Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Ridwan Soplanit Ungkap Sulitnya Olah TKP Awal Penembakan Brigadir J, Ada Campur Tangan Propam

Ridwan Soplanit mengaku kesulitan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal di kasus penembakan Brigadir J.

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta
Kolase foto AKBP Ridwan Soplanit dan Irjen Ferdy Sambo. Ridwan Soplanit mengaku kesulitan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal di kasus penembakan Brigadir J. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengaku kesulitan saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal di kasus penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu disampaikan Ridwan saat dihadirkan sebagai saksi dalam perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (21/11/2022).

Ridwan memberikan kesaksian untuk terdakwa Richard Eliezer atau Bharada E, Kuat Maruf, dan Ricky Rizal.

Mulanya Hakim bertanya soal penyebab Ridwan dijatuhi sanksi etik hingga dimutasi ke Yanma Polda Metro Jaya.

"Karena apa dipindahkan?" tanya Hakim.

"Terkait dengan penanganan kasus," kata Ridwan.

Baca juga: Pegawai Bank Ungkap Transaksi di Rekening Ricky Rizal, Dapat Transferan Rp200 Juta dari Brigadir J

"Kaitannya? Ada karena kamu nggak sanggup menangani atau diduga?" tanya Hakim lagi.

"Dianggap kurang profesional, kurang maksimal," jawab Ridwan.

Setelahnya, Ridwan mengungkap bahwa penyidik Polres Metro Jakarta Selatan kesulitan saat olah TKP karena mendapat intervensi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2022). Terkini, Ridwan Soplanit dicopot dari jabatannya dan dimutasi menjadi Pamen Yanma Polri karena diangfgap telah tidak profesional dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.
Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ridwan Soplanit, saat ditemui di Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (16/2/2022). (Wartakota)

"Dapat kami jelaskan yang mulia, penanganan itu memang mulai dari pengambilan barang bukti dan saksi kunci saat itu bukan di bawah penanganan kami," ungkap Ridwan.

"Diambil oleh Propam sehingga dari situ kami mengalami beberapa kesulitan untuk melakukan investigasi yang mulia," tambahnya.

Baca artikel lainnya dari TribunJakarta.com dari Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved