Gempa di Cianjur

Tanpa Listrik & Logistik, Warga Cianjur Swadaya Bikin Tenda Darurat Pasca Gempa Pakai Terpal & Bambu

Tanpa listrik dan bantuan logistik, warga korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat swadaya mendirikan posko darurat di halaman.

Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Yogi Jakarta
Youtube Kompas TV
Tanpa listrik dan bantuan logistik, warga korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat swadaya mendirikan posko darurat di halaman dengan bermodalkan terpal dan bambu sebagai tiang penyangga. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Tanpa listrik dan bantuan logistik, warga korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat swadaya mendirikan posko darurat di halaman dengan bermodalkan terpal dan bambu sebagai tiang penyangga.

Hal itu terlihat dari laporan juranlis Kompas TV di Cianjur.

Terlihat para warga berkumpul di halaman terbuka usai terjadi gempa.

Mereka nampaknya masih trauma untuk pulang ke rumah masing-masing.

Di dalam posko darurat, warga yang terdiri dari anak-anak sampai lansia nampak berdoa atas musibah yang baru saja dialaminya.

Baca juga: Bupati Cianjur: 56 Orang Meninggal Akibat Gempa Bumi, Akses Menuju Puncak Terputus

Diketahui, gempa bumi melanda wilayah Cianjur, Jawa Barat, Senin (21/11/2022) sekira pukul 13.21 WIB.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, Geofisika (BMKG), gempa bumi Senin (21/11/2022) sekira pukul 13.21 WIB merupakan gempa bumi tektonik yang berpusat di darat wilayah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat pada kedalaman 11 km dengan magnitudo 5,6.

Bupati Cianjur, Herman Suherman mengatakan sampai pukul 17.30 WIB warganya yang menjadi korban tewas dalam musibah gempa bumi mencapai 56 orang.

Tanpa listrik dan bantuan logistik, warga korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat swadarmodalka
Tanpa listrik dan bantuan logistik, warga korban gempa bumi di Cianjur, Jawa Barat swadaya mendirikan posko darurat di halaman dengan bermodalkan terpal dan bambu sebagai tiang penyangga.

Sedangkan korban luka mencapai 700 jiwa.

Herman menuturkan salah satu yang dibutuhkan warganya saat ini adalah logistik dan juga dokter ahli tulang.

Pasalnya, mayoritas korban lukan mengalami luka di tulangnya akibat tertimpa reruntuhan.

"70 persen luka berat (yang di rumah sakit)," kata Herman.

Sementara itu, Menteri Sosial Tri Rismaharini menyebut sejauh ini ada tujuh kecamatan di Cianjur yang kondisinya rusak berat.

Dia pun telah mengerahkan tim penanggulangan bencana untuk ke Cianjur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved