Gempa di Cianjur

Pilu Rizky Ingat Pesan Sang Paman Sebelum Meninggal: Maghriban Dulu, Takut Nggak Ketemu Lagi

Warga Cugenang, Rizky Kurniawan masih mengingat pesan terakhir sang paman sebelum gempa Cianjur pada Senin (21/11/2022). Jangan lupa salat.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Rizky Kurniawan dan Gempa Cianjur. Warga Cugenang, Rizky Kurniawan masih mengingat pesan terakhir sang paman sebelum gempa Cianjur pada Senin (21/11/2022). Jangan lupa salat. 

TRIBUNJAKARTA.COM, CIANJUR - Warga Cugenang, Rizky Kurniawan masih mengingat pesan terakhir sang paman sebelum gempa Cianjur pada Senin (21/11/2022).

Rizky mengungkapkan sang paman bernama Dedi Hasan (47) mengingatkan dirinya agar tidak lupa Salat Maghrib.

Hal itu dikatakan Dedi kepada Rizky sehari sebelum kejadian gempa Cianjur berkekuatan magnitudo 5,6.

"Saya ngorek-ngoprek motor mulai sore. Kemudian pas adzan Maghrib memang belum selesai istilahnya masih cari-cari settingan," cerita Rizki, Kamis (24/11/2022).

Rizky ditegur pamannya untuk beribadah karena terlalu asyik ngoprek sepeda motor.

Baca juga: Ricky Harun Galang Dana Bareng Komunitas untuk Korban Gempa Cianjur

"Kata almarhum udah Maghriban dulu. Takutnya lu nggak nggak ketemu Maghrib lagi lu. Nyari duit sampai segitunya," sambung Rizki.

Rizky pun menemukan pamannya meninggal dunia tertimpa tembok pada saat gempa Cianjur pada Senin (21/11/2022).

"Pas saya angkat tembok itu kaki saya ternyata menginjak kepala beliau. Loncat saya lemes langsung down. Pas saya tarik lihat muka almarhum mungkin ikhlas kali ya senyum gitu," tuturnya.

Rizky kurniawan warga Kampung Pasir Sapi, Desa Suka Mulya, Cugenang, Cianjur.
Rizky kurniawan warga Kampung Pasir Sapi, Desa Suka Mulya, Cugenang, Cianjur. (Tribunnews.com/Rahmat W Nugraha)

Dikatakan Rizki bahwa pamannya dua hari sebelum kejadian berkata hewan peliharaannya seperti meminta dilepaskan.

"Ini sapi keluar mulu. Kaya ayam mau dilepasin," kata Rizki menirukan perkataan pamannya.

Menurut Rizki mungkin hewan peliharaan pamannya sudah memberi tanda.

Hanya saja manusia tidak bisa paham dan mengerti.

"Ya mungkin hewan-hewan sudah firasat hanya saja kita yang nggak ngerti dan paham. Sapi dua hari lepas terus sebelum kejadian," katanya.

Dikutip dari Tribunnews.com, korban meninggal dunia akibat bencana gempa di Cianjur, kini bertambah pada Kamis (24/11/2022).

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto mengatakan, jumlah korban meninggal akibat gempa Cianjur menjadi 272 korban dari sebelumnya 271 korban.

Baca juga: Angkot Ringsek di Sisi Jalan Labuan Cianjur Ditumpangi Rombongan Hafiz Cilik Al-Quran, 6 Selamat

Penambahan korban meninggal dunia setelah ditemukan jenazah atas nama Nining berusia 64 tahun.

"Karena hari ini, ditemukan jenazah atas nama Ibu Nining, umur 64 tahun," kata Letjen Suharyanto dalam konferensi pers.

Dari 272 korban tersebut, sebanyak 165 jenazah sudah dapat diidentifikasi.

Sementara 107 korban lainnya masih dalam proses identifikasi dan pencarian identitasnya.

Untuk korban hilang, lanjut Suharyanto, kini menjadi 39 orang.

Warga membongkar puing-puing rumahnya yang ambruk di Kampung Longkewang, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Cugenang merupakan satu di antara Kecamatan di Cianjur yang mengalami kerusakan parah akibat gempa.
Warga membongkar puing-puing rumahnya yang ambruk di Kampung Longkewang, Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). Cugenang merupakan satu di antara Kecamatan di Cianjur yang mengalami kerusakan parah akibat gempa. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Rinciannya, 32 orang adalah warga Desa Cijendil, Kecamatan Cugenang, Cianjur serta tujuh warga yang kebetulan melintas dan menjadi korban.

"Untuk korban hilang, sudah terindetikasi nama dan keluarganya sehingga memudahkan pencarian oleh tim SAR gabungan," ujar Suharyanto.

Jenderal bintang tiga itu juga merinci jumlah korban luka-luka yang kini mencapai 2.046 orang.

Sementara jumlah warga yang mengungsi akibat gempa sebanyak 62.545 orang.

Adapun dampak material yang dilaporkan hingga Kamis hari ini, ada 56.311 rumah rusak.

Dari jumlah tersebut, kata Suharyanto, sebanyak 22.267 rumah dalam kondisi rusak berat.

"Sebanyak 11.836 rumah rusak sedang dan 22.208 rumah rusak ringan," lanjut Suharyanto.

Infrastruktur lain yang rusak akibat gempa adalah sekolah sebanyak 31 unit, tempat ibadah 124 bangunan, fasilitas kesehatan (faskes) 3 unit, serta gedung/perkantoran sejumlah 13 unit.

Suharyanto mengatakan, data kerusakan material dihimpun berdasarkan data yang dilaporkan dari pihak desa dan kecamatan kepada posko utama.

Laporan atau data ini, akan diverifikasi dengan batasan-batasan yang sudah ada.

Dalam konferensi pers itu, Suharyanto mengimbau masyarakat yang keluarganya hilang dalam gempa untuk segera melaporkan identitas mereka ke posko.

Hal ini berkaitan dengan masih adanya 107 korban meninggal yang belum diidentifikasi.

"Kami imbau khususnya pada masyarakat yang merasa anggota keluarganya hilang, dalam melaporkan ke posko agar jelas, nama, ciri-ciri, jenis kelamin dan sebagainya," tuturnya.

Saat ini, BNPB juga telah mengerahkan 6.000 orang yang bergabung dalam tim SAR untuk mencari korban hilang.

"Meski medannya berat, ditambah hujan, longsor, dan TKP tertimbun longsor, mudah-mudahan, lambat laun segera ditemukan," ungkap Suharyanto.


Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

 


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Hari Sebelum Gempa di Cianjur, Hewan Peliharaan Riki Seperti Minta Dilepaskan,

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved