Indonesia Tak Lagi Jawa Sentris, Jokowi Pamer Pembangunan hingga Banggakan Sirkuit Mandalika

Joko Widodo pamer pembangunan infrastruktur di Indonesia selama delapan tahun terakhir. Jokowi pun mengklaim Indonesia kini tak lagi Jawa sentris.

ISTIMEWA/Kolase Tribun Jakarta
Joko Widodo mengungkap kriteria sosok pemimpin yang betul-betul memikirkan rakyat. Joko Widodo pamer pembangunan infrastruktur di Indonesia selama delapan tahun terakhir. Jokowi pun mengklaim Indonesia kini tak lagi Jawa sentris. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Di depan ratusan ribu relawannya yang hadir dalam acara bertajuk ‘Nusantara Bersatu’, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pamer pembangunan infrastruktur di Indonesia selama delapan tahun terakhir.

Di bawah kepemimpinannya, Jokowi pun mengklaim Indonesia kini tak lagi Jawa sentris.

“Saya sampaikan, pembangunan tidak Jawa sentris, tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi pembangunan juga dilakukan di luar Jawa dan justru sekarang lebih banyak yang di luar Jawa,” ucap Jokowi di depan relawannya yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Sabtu (26/11/2022).

Salah satu yang dibanggakan Jokowi ialah soal pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol yang menghubungkan daerah Lampung dengan Palembang di Pulau Sumatera.

Ia menyebut, pembangunan tol ini berhasil memangkas waktu tempuh perjalanan.

“Sebelum ada jalan tol dari Lampung ke Palembang berapa jam? Sekarang berapa jam? Bisa separuhnya karena kecepatan. Oleh sebab itu, kecepatan logistik, kecepatan mobilitas orang dan barang itu bisa dipercepat,” ujarnya.

Eks Gubernur DKI Jakarta ini juga menyebut, tahun ini ada 38 bendungan besar yang tengah dikerjakan.

Baca juga: Indonesia Disebut Negara Besar Kaya Perbedaan, Jokowi: Pemimpinnya Harus Sadar Keberagaman

Ia pun menyebut, puluhan bendungan itu dibangun untuk air irigasi bagi petani yang tinggal di 74.800 desa di Indonesia.

“Pembangunan tidak Jawa sentris, tidak hanya di Jawa, tetapi pembangunan juga dilakukan di luar Jawa dan justru skerang lebih banyak yang di luar Jawa,” kata Jokowi.

Wali Kota Solo periode 2005-2012 ini mengatakan, pemerataan pembangunan dilakukan hingga pelosok negeri demi memberi kesetaraan bagi seluruh masyarakat.

Momen Presiden Jokowi hadiri acara Nusantara Bersatu di GBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Mengenakan jaket merah bertuliskan G20, Jokowi juga melemparkan jaket tersebut ke salah satu relawan saat berad di atas panggung.
Momen Presiden Jokowi hadiri acara Nusantara Bersatu di GBK, Jakarta, Sabtu (26/11/2022). Mengenakan jaket merah bertuliskan G20, Jokowi juga melemparkan jaket tersebut ke salah satu relawan saat berad di atas panggung. (TribunJakarta.com/Pebby Adhe Liana)

“Kita ini sekarang memiliki 38 provinsi dengan 514 kabupaten dan kota, serta memiliki 17 ribu pulau. Jadi, kalau yang dibangun hanya Jawa, maka yang di luar Jawa akan merasakan tidak adanya pemerataan,” tuturnya.

Orang nomor satu di Indonesia ini pun turut membanggakan Sirkuit Mandalika yang berada di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah adanya sirkuit itu, Jokowi bilang, Mandalika kini telah menjelma menjadi salah satu pusat perekonomian di Indonesia.

“Pembangunan infrastruktur itu akan menumbuhkan titik-titik pertumbuhan ekonomi yang baru, contohnya di Mandalika, dulunya itu memang pantainya cantik, tapi karena tidak ada infrastruktur, maka tidak dipersiapkan dengan baik,” ucapnya.

Baca juga: Bus Relawan Jokowi Parkir Sembarangan, Jalan Sudirman hingga Gatot Subroto Macet Parah

“Tetapi setelah adanya sirkuit MotoGP, sekarang Mandalika menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru,” sambungnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved