Kisah Tukang Fotokopi Keliling di Kota Depok, Ade Sempat Luntang-lantung Saat Pandemi Kena PHK

Cerita Ade tukang fotokopi keliling di kaswasan perkantoran DPRD Depok. Ia menjadi korban PHK saat pandemi. Ini kisahnya.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Hari ini Ade (48) tak terlalu berperan. Sejak pagi, kesibukannya sebagai tukang fotokopi lebih longgar musabab dibantu si sulung Gavin yang tengah luang dari dunia perkuliahannya.

Ade merupakan tukang fotokopi yang mencari nafkah di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Depok, di Grand Depok City (GDC), Cilodong, profesi itu telah ia tekuni sejak 10 bulan belakangan ini.

Namun berbeda dengan tukang fotokopi pada umumnya yang membuka lapak di sebuah rumah toko (ruko), Ade menekuni profesinya ini dengan cara berkeliling.

Ia memodifikasi kendaraan roda duanya dengan mesin printer, menjadi mesin fotokopi keliling.

Kepada TribunJakarta, ia mengatakan bahwa pelayanan yang disediakan pun tak jauh berbeda dengan tukang fotokopi pada umumnya.

Baca juga: Bantu Anak-anak Korban Gempa Cianjur, PMI Depok Gelar Trauma Healing

“Sebenernya sama ya bisa scan juga, fotokopi, dan ngeprint, cuma bedanya karena ini mesin printer, jadi kapasitasnya cuma sampai kertas folio saja,” kata Ade dijumpai di lapaknya, Sabtu (26/11/2022).

Ia mengatakan, awal mula terjun ke dunia percetakan ini adalah ketika dirinya menjadi korban pemberhentian hubungan kerja (PHK) di perusahaan tempat kerjanya, imbas pandemi Covid-19.

Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022).
Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Ade sebelumnya bekerja menjadi tukang las di sebuah perusahaan. Profesi itu telah ia jalani selama belasan tahun.

Sejak diberhentikan, ia mengaku cukup luntang-lantung mencari pekerjaan baru, hingga tak terasa waktu sudah berjalan dua tahun lamanya dan ia hanya bekerja serabutan untuk menjaga dapur keluarganya tetap ngebul.

Kebutuhan ekonomi yang semakin meningkat akibat melonjaknya harga bahan pokok pun membuat Ade berpikir keras bahwa ia harus memiliki penghasilan tetap.

Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022).
Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Akhirnya, ia teringat bahwa kakak iparnya memiliki mesin printer yang cukup banyak di kantor tempatnya bekerja, yang mana sebagian sudah tak lagi terpakai.

“Saya punya kakak ipar yang kerja di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, dia punya printer banyak di perusahaan, jadi saya pinjam awalnya sama dia. Saya berpikir pokoknya gimana caranya itu printer saya taruh di motor dan bisa beroperasi,” ungkap Ade.

Dengan bantuan kakak iparnya, ia pun berhasil meminjam satu unit mesin printer yang segera ia ‘sulap’ menjadi mesin fotokopi dengan beberapa modifikasi di bagian motornya.

Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022).
Tukang fotokopi keliling, Ade, saat dijumpai TribunJakarta di kawasan Gedung Perkantoran DPRD Kota Depok, Sabtu (26/11/2022). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved