Gempa di Cianjur

Sosok Barista Hilang saat Arseven Tersapu Longsor Cianjur Diungkap Jukir: Suka Kasih Kopi Gratis

Irvan, barista yang hilang saat Arseven tersapu longsor Cianjur diungkap juru parkir. Sang barista rupanya kerap memberika kopi gratis pada jukir.

Kolase TribunJakarta.com/Google Street
Foto atas berdasar Google Street Juli 2022 sebelum longsor pasca-gempa Cianjur, berjejer warung kopi dari bangunan semipermanen di Jalan Labuan Cianjur atau lebih dikenal Jalan Cipanas-Cianjur, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugunang, Kabupaten Cianjur. Di balik warung kopi itu bukit Palalangon. Sementara di seberang deretan warung kopi itu ada restoran Ar Seven. Foto bawah bukit Palalangon longsor dan menyapu sejumlah warung kopi, restoran Ar Sevem hingga terdorong ke jurang pada Senin (21/11/2022) siang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino


TRIBUNJAKARTA.COM, CIANJUR - Muhammad Irvan, barista yang hilang saat Arseven Coffee Corner tersapu longsor di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Cianjur, Jawa Barat menyisakan kenangan tersendiri bagi sang juru parkir atau jukir kafe tersebut, HS (68). 

Bagi HS, Irvan adalah sosok pria yang baik hati. 

Irvan sering mengajak ngobrol dan memberikan kopi secara cuma-cuma kepada HS saat dirinya sedang menjaga parkiran kafe tersebut. 

"Irvan orangnya teh baik. Suka ngasih kopi kalo bapak ke sana," kata HS saat ditemui di Jalan Raya Cipanas-Puncak, Sabtu (26/11/2022). 

Irvan hilang bersama seorang karyawan Arseven lainnya saat longsor menyapu kafe tersebut pada Senin (21/11/2022) silam. 

Sesaat sebelum longsor terjadi, HS sebenarnya hendak berangkat ke Arseven bersama rekannya MI (46), yang merupakan sekuriti Warung Sate Shinta. 

Baca juga: Kafe Arseven Lenyap Disapu Longsor Cianjur, Tukang Parkir Ungkap Kejadian Pilu 2 Karyawan Hilang

Namun, HS menyempatkan diri mengajak MI ke Warung Sate Shinta untuk minum kopi sejenak sebelum jaga parkiran di Arseven. 

"Tadinya saya mau ke sana (Arseven) sama teman saya yang itu. Tapi kita ke dalem dulu (Warung Sate Shinta), ngopi dulu," katanya. 

Ketika HS sedang asyik menyeruput kopi bersama rekannya MI, tiba-tiba saja guncangan hebat terjadi. 

Gempa bumi yang menggoyangkan Warung Sate Shinta membuat HS langsung berlari menyelamatkan diri keluar restoran. 

Dirinya lalu melihat tanah longsor sudah menutupi Jalan Cipanas-Puncak sampai ke jurang di sisi selatannya. 

Secepat kilat tanah longsor menyapu kios-kios di tepi jurang, termasuk kafe Arseven yang sudah lenyap dari pandangan HS. 

"Di sebelah Arseven itu ada dua kios, satu warung nasi, satu warung mie, semuanya sudah kebawa tanah longsor," kata dia. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved