Cegah Kasus Anak Hanyut, Warga Harap KBT Dipasang Pagar Pembatas

Warga Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur meminta pemerintah lekas membangun pagar pembatas di sepanjang aliran Kanal Banjir Timur (KBT).

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Proses pencarian FS dilakukan Tim SAR gabungan di aliran Kanal Banjir Timur, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (27/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Warga Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur meminta pemerintah lekas membangun pagar pembatas di sepanjang aliran Kanal Banjir Timur (KBT).

Waljiyanto, warga Kecamatan Jatinegara mengatakan pagar pembatas tersebut diperlukan guna mencegah kasus anak bermain di sepanjang aliran KBT yang berisiko tinggi hanyut.

Hal ini menyusul kasus anak laki-laki berinisial FS (10) yang meninggal dunia setelah tenggelam dan hanyut di aliran KBT, Kelurahan Cipinang Besar Selatan pada Minggu (27/11/2022).

"Harus dipasang pagar atau tembok pembatas. Karena kasus anak hanyut di sini bukan pertama kali saja, harus ada antisipasi," kata Waljiyanto di Jakarta Timur, Senin (28/11/2022).

Menurutnya warga yang bermukim di sepanjang aliran KBT sudah berulang kali menegur agar anak-anak tidak nekat bermain, tapi upaya tersebut tidak sepenuhnya berhasil.

Sementara aliran KBT di Jakarta Timur terlampau panjang, membentang dari wilayah Kecamatan Jatinegara, Kecamatan Duren Sawit, hingga Kecamatan Cakung.

Baca juga: Bocah yang Hanyut di KBT Jakarta Timur Ditemukan Meninggal Dunia Hari Ini

"Kan enggak mungkin ya mengawasi sepanjang aliran itu 24 jam. Makannya ya mungkin kalau ada pagar setidaknya bisa mencegah anak-anak nekat main. Dibangun pagar tinggi begitu," ujarnya.

Rina, warga Kecamatan Jatinegara lainnya juga menuturkan berharap pemerintah lekas membangun pagar pembatas di sepanjang aliran KBT guna mencegah anak-anak bermain.

Dia khawatir bila hanya mengandalkan pengawasan atau teguran dari warga sekitar anak-anak bakal tetap nekat bermain di aliran KBT, dan terjadi kasus anak hanyut lainnya.

"Namanya musibah itu kan enggak ada yang tahu ya kapan terjadi. Tapi kan tetap harus antisipasi. Ya harapannya pemerintah cepat mengambil tindakan antisipasi," tutur Rina.

Awak media sudah berupaya mengonfirmasi terkait kewenangan pembangunan pagar pembatas di sepanjang aliran KBT kepada Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar

Maupun kepada Camat Jatinegara Muchtar, tapi hingga berita ditulis Anwar dan Muchtar urung membalas upaya konfirmasi apakah kewenangan pembangunan berada di pemerintah pusat atau Pemda.

Sebelumnya, FS hanyut ketika berenang bersama tiga anak lainnya di aliran KBT, wilayah Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara pada Minggu (27/11/2022).

Setelah upaya pencarian dilakukan Tim SAR gabungan, FS ditemukan meninggal dunia pada Senin (28/11/2022) pukul 05.30 WIB di aliran KBT radius 40 meter dari lokasi korban tenggelam.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved