Dinkes DKI Ungkap Penjenamaan RSUD Jadi Rumah Sehat Warisan Anies Baswedan Masih Berlaku

Dinkes DKI memastikan penjenamaan istilah RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta warisan Anies Baswedan masih berlaku hingga ini.

Istimewa
Rumah Sehat untuk Jakarta RSUD Cengkareng. Dinkes DKI memastikan penjenamaan istilah RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta warisan Anies Baswedan masih berlaku hingga ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan penjenamaan istilah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta masih tetap berlaku meski kepemimpinan di ibu kota sudah berganti.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti usai menghadiri rapat pimpinan (Rapim) di Balai Kota DKI, Senin (28/11/2022).

Menurutnya, penjenamaan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta ini sudah diatur dalam Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 562 Tahun 2022 Tentang Penjenamaan Rumah Sakit Milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Di mana Kepgub ini sudah diterbitkan di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Sudah ada pergub (Kepgub) yang mengatur itu. Masuk ke bagian Pemprov DKI Jakarta," katanya di lokasi.

Baca juga: Anies Baswedan Ubah RSUD Jadi Rumah Sehat, Komisi E Panggil Dinkes Minta Penjelasan Soal Penjemanaan

Dengan demikian, penjenamaan RSUD menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta masih berlaku lantaran Kepgub tersebut belum dicabut di era Pj Gubernur DKI Heru Budi Hartono.

Kata dia, penjenamaan ini hanya menyasar untuk RSUD dibawah Pemprov DKI Jakarta saja atau sekitar 31 RSUD yang mengalami penjenamaan ini.

Sementara untuk rumah sakit swasta tidak diwajibkan untuk melakukan penjenamaan tersebut.

"Kita mengatur untuk yang di jajaran Pemprov DKI," lanjutnya.

Penjenamaan RSUD

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan penjenamaan istilah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta.

Penjemanaan atau umum dikenal dengan istilah branding pada RSUD ini sudah dirancang sejak lama.

Di mana, ide gagasan ini sudah mulai dibahas pada tahun 2019 lalu. Namun harus terhenti lantaran adanya pandemi Covid-19.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved