Cerita Kriminal

Kabur Hingga ke Batam, Guru Cabul SD Negeri Kota Bekasi Akhirnya Diringkus Polisi

Guru cabul SD Negeri Kota Bekasi akhirnya berhasil diringkus polisi. Pelaku sempat melarikan diri hingga ke Batam.

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Tersangka kasus cabul berhasil diringkus polisi usai melarikan diri ke Batam, Senin (28/11/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, MEDAN SATRIA - Guru cabul SD Negeri Kota Bekasi akhirnya berhasil diringkus polisi.

Pelaku sempat melarikan diri hingga ke Batam.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Hengki mengatakan, pelaku berinisial AD (28) diringkus pada Sabtu (26/11/2022).

"Pelaku kabur ke daerah Sumatera Utara dan berhasil ditangkap di Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Kepulauan Riau," kata Hengki, Senin (28/11/2022).

Hengki menjelaskan, pelaku telah melarikan diri sejak dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota atas dugaan pencabulan pada Kamis (3/11/2022).

"Dia sempat tinggal di rumah rekannya di Sumatera Utara, lalu kami kejar dan akhirnya berhasil kami tangkap dua hari lalu di Kepulauan Riau," jelas dia.

Baca juga: Pesulap Hijau Viral di Medsos, Sosoknya Ternyata Dukun Cabul: 84 Wanita Jadi Korbannya

Kasus ini terkuak setelah seorang ibu berinisial S (36), melaporkan dugaan kasus pencabulan terhadap anaknya berinisial KN (7).

Tersangka merupakan guru honorer di SD Negeri Kota Bekasi, korban yang duduk di bangku kelas dua dicabuli di dalam ruang kelas.

Barang bukti kasus guru cabul SD Negeri Kota Bekasi, Senin (28/11/2022).
Barang bukti kasus guru cabul SD Negeri Kota Bekasi, Senin (28/11/2022). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Perbuatan cabul dilakukan pada 3 November 2022, pelaku menyuruh korban duduk di kursi paling belakang, lalu dipangku hingga terjadi perbuatan asusila," terang Hengki.

Selain KN, terdapat dua tersangka lain yang sudah membuat leporan serupa dengan tersangka yang sama.

Polisi hingga kini masih melakukan pengembangan, perbuatan asusila yang dilakukan DN diduga menimpa siswi lain.

"Korban melapor sudah ada tiga, kami masih kembangkan karena berdasarkan asesmen KPAD (Komisi Perlindungan Anak Daerah) ada lima korban lain," tegas dia.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 18 UU RI Nomor 16 tahun 2017 atas perubahan kedua UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Tersangka terancam pidana kurungan paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun kurungan penjara atau denda Rp5 miliar," tegasnya.


Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved