Viral di Media Sosial

Hotman Paris Marah Lihat Ibu di Serang Lehernya Dirantai Anak, Minta Polisi Mengusut: Ini Pidana!

Hotman Paris marah melihat seorang ibu di Serang lehernya dirantai oleh anak kandungnya. Hotman Paris meminta polisi segra turun tangan.

Tayang:
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
kolase Instagram
Pengacara ternama Hotman Paris marah melihat seorang ibu di Serang lehernya dirantai oleh anak kandungnya. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengacara ternama Hotman Paris marah melihat seorang ibu di Serang lehernya dirantai oleh anak kandungnya.

Hotman Paris mulanya tampak mengunggah video yang merekam saat ibu yang diketahui bernama Ani tersebut dievakuasi relawan Detik Asa.

Terlihat terpasang rantai di leher Ani.

TONTON JUGA

Ani dirantai anaknya sendiri di tengah hutan di Kecamatan Petir, Kabupaten Banten, karena disebut kerap mengamuk dan merusak.

Namun kenyataanya saat dihampiri relawan, Ani nampak tenang dan bisa diajak berkomunikasi.

Hotman Paris meminta polisi segera turun tangan terkait tindakan tak manusiawi anak terhadap ibu kandungnya tersebut.

Hotman Paris menilai tindakan anak Ani termasuk ranah pidana.

Seorang ibu di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang bernama Ani lehernya dirantai oleh anak kandungnya. Ani dirantai di tengah hutan.
Seorang ibu di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang bernama Ani lehernya dirantai oleh anak kandungnya. Ani dirantai di tengah hutan. (YouTube Detik Asa)

Baca juga: Ibu di Serang Lehernya Dirantai Anak Kandung, Dibiarkan Kepanasan dan Kehujanan di Tengah Hutan

"Ayok Polisi tangkap pelakunya!

Ini tindak pidana! Wilayah Polres mana ini! Hotman 911 mohon agar polisi tangkap pelaku," tulis Hotman Paris.

Tak cuma sekali, Hotman Pari menyoroti kasus ibu di Serang yang lehernya dirantai.

Hotman Paris kembali berharap polisi dapat segera bertindak.

"Polisi Banten Polres Serang agar menyelidiki kasus ini," tulis Hotman Paris geram.


Kisah Ani

Ani lehernya dirantai oleh anak kandungnya.

Ani dirantai di tengah hutan, tanpa ada tempat berlindung sama sekali. Saat hujan Ani akan kebahasan.

Rantai yang melingkar di leher Ani hanya sepanjang 1 meter, hal tersebut menyebabkan wanita tua itu tak bisa bergerak dengan bebas.

Saat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Andri, Ani bahkan tak mengenakan pakaian dengan layak.

Ani hanya mengenakan pakaian dalam yang sangat lusuh.

Merasa iba dengan Ani, Andri lalu memberikan makanan dan membangun tenda sederhana agar wanita tersebut bisa berteduh.

Berkat Andri, berita soal penderitaan Ani sampai ke telinga perangkat desa dan relawan Detik Asa, Asril.

Baca juga: Bikin Nangis, Kesaksian Nenek Bocah Kelaparan yang Viral Dirantai Orang Tua: Saya Gak Bisa Apa-Apa

"ODGJ tersebut akan kita evakuasi, kita sudah berada di Puskesmas," ucap relawan DetikAsa Asril, dikutip TribunJakarta dari YouTube Detik Asa.

Pihak Puskemas menjelaskan, Ani berasal dari Lampung, ia lalu diantarkan pihak keluarga ke anaknya yang menetap di Kecamatan Petir.

Bukannya dirawat, anak Ani malah melakukan pemasungan tak manusiawi terhadap ibu kandungnya tersebut.

"Dipulangkan dari Lampung, diantar ke anaknya yang ada di sini, kemudian mungkin karena merasa terganggu, akhirnya dilakukan pasung," ucap pihak Puskesmas Kecamatan Petir.

Lurah, Camat, dan pihak puskemas bersama relawan Detik Asril kemudian mendatangi hutan tempat pemasungan Ani.

Camat setempat menjelaskan Ani baru sekitar lima hari dirantai lehernya.

Ani diduga kerap mengamuk dan merusak rumah keluarganya.

Baca juga: Mbah Bukain Ucap Bocah di Bekasi yang Dirantai ke Nenek, Dianiaya Ayah Cuma Karena Makannya Banyak

"Baru beberapa hari, sekitar lima hari, kalau enggak begini, rusak semua rumah warga, rumah keluarganya," ucap camat.

"Kami tidak menyalahkan pihak keluarga mungkin memang sampai situ kemampuannya, tapi untuk saat ini pasung sudah tidak boleh," imbuh relawan Detik Asa.

Masuk ke dalam tenda, relawan Detik Asa kemudian berusaha mengajak Ani berbincang.

Ani tampak menyabut Asril dengan ramah.

"Saya Asril saya akan membantu ibu, mengeluarkan ibu dari tempat ini. Ini apa bu?" tanya" ucap Asril.

"Ini rantai," ucap Ani.

Ani lalu menjelaskan ia mengamuk dan melakukan perusakan karena kesal kerap diledek terkait kondisi matanya.

Ani terlihat merespon setiap pertanyaan relawan dengan baik.

Baca juga: Cucu Dirantai, Saya Cuma Bisa Nangis Ucap Nenek Bocah di Bekasi, Ngaku Takut Dengan Anak dan Mantu

"Pada saat hujan ibu kehujanan, saat panas, ibu kepanasan, ini rantai hanya 1 meter, ibu tidak bisa kemana-mana," ucap Asril.

Sementara itu pihak keponakan Ani, Alfiah mebeberkan alasan mengapa anak wanita tersebut tega merantai leher ibu kandungnya sendiri.

"Kenapa ibu Ani dipasung di tengah hutan dan di pinggir kali?" tanya Asril.

"Bibinya ngamuk, merusak rumah, saya mau dipukulin, jadi dipasung," jawab Alfiah.

"Takut lepas makanya dirantai dileher," imbuhnya.

Asril kemudian menngutarakan maksudnya kepada Alfiah, yakni mengevakuasi Ani ke yayasan untuk penderita ODGJ.

"Ibu Ani aku kita evakuasi, akan kita bawa ke yayasan," ucap Asril.

"Setuju, Alhamdulillah, terimakasih," imbuh Alfiah.

Rantai yang mengikat leher Ani, kemudian berhasil dilepaskan oleh relawan dan pihak desa.

Saat rantainya terlepas, Ani menangis haru.

Ia beberapa kali terdengar menjerit memanggil ayahnya.

"Bapak,bapak," ucap Ani pilu.

Saat di bawa relawan ke yayasan menggunakan ambulans, senyum merekah di wajah Ani.

Ani tampak sangat bahagia.

SIMAK VIDEONYA:

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved