Cerita Kriminal

Sempoyongan ke Kantor Polisi, Istri Mohon Bebaskan Suaminya yang Gelapkan Uang untuk Biaya Bersalin

Dengan bekas jahitan operasi caesarnya yang belum kering, seorang istri nekat datang ke kantor polisi meski harus berjalan sempoyongan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Elga H Putra
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
TB dan RR saat dipertemukan dengan MN untuk proses restorative justice di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/11/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Dengan bekas jahitan operasi caesarnya yang belum kering, seorang istri nekat datang ke kantor polisi meski harus berjalan sempoyongan.

Tujuannya hanya satu, memohon agar sang suami dibebaskan.

Perjuangan itu dilakukan oleh RR, warga Kecamatan Makasar, Jakarta Timur.

Pasalnya, bagi RR, sang suami yakni TB sampai harus berkasus di kepolisian karena berjuang untuk proses persalinan kedua RR.

TB yang tak mau persalinan RR terhambat karena tak ditanggung BPJS sepenuhnya memilih jalan pintas dengan menggelapkan uang bosnya sebesar Rp 8 juta.

Baca juga: Pilu Ayah di Jakarta Timur, Gelapkan Uang Bos Demi Biaya Berobat Anak dan Bersalin Istri

RR yang turut hadir saat proses restorative justice menuturkan dia melakukan persalinan di satu rumah sakit swasta wilayah Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nahas lantaran baru mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan ketika persalinan, RR dan TB tetap dibebankan membayar setengah dari total biaya persalinan secara operasi caesar.

"Kurang lebih total Rp20 juta. Setengahnya ditanggung BPJS, setengahnya lagi bayar," tutur RR di Polsek Makasar, Senin (28/11/2022).

TB dan RR saat dipertemukan dengan MN untuk proses restorative justice di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/11/2022). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
TB dan RR saat dipertemukan dengan MN untuk proses restorative justice di Mapolsek Makasar, Jakarta Timur, Senin (28/11/2022). TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Ini bukan kali pertama RR mendatangi Polsek Makasar.

Kapolsek Makasar Kompol Zaini Abdillah Zainuri menuturkan saat awal TB ditahan sebagai tersangka, RR yang kondisinya belum pulih karena baru saja menjalani operasi caesar bahkan sempat mendatangi Mapolsek Makasar.

Kala itu RR memohon agar suaminya dibebaskan, nahas proses hukum sudah kadung berjalan dan TB ditetapkan sebagai tersangka dengan jerat Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

"Si istri berjalan sempoyongan memohon kepada kami kasus yang menimpa suaminya diselesaikan secara kekeluargaan. Waktu itu jahitan operasinya sampai terbuka," tuturnya.

Kronologi Suami Berstatus Tersangka

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved