Cerita Kriminal

Tawuran Maut di Cipondoh Bikin Remaja Tewas Penuh Luka Sayatan, Gembel Jadi Biang Kerok

Tawuran maut antar remaja pecah di kawasan Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (26/11/2022) dini hari. Seorang remaja berusia 17 tahun tewas.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto ilustrasi mayat dan tawuran. Tawuran maut antar remaja pecah di kawasan Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (26/11/2022) dini hari. Seorang remaja berusia 17 tahun tewas. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Tragedi tawuran maut antar remaja pecah di kawasan Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (26/11/2022) dini hari.

Dari tawuran yang merenggut nyawa itu, Polres Metro Tangerang Kota mengamankan 15 remaja.

Kedua kelompok remaja tersebut melakukan tawuran di Jalan KH Hasyim Ashari, depan restoran cepat saji McDonald's, Cipondoh, Kota Tangerang

Dalam tragedi itu, seorang remaja berinisial RAS (17) warga setempat harus meregang nyawa.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, dari 15 remaja yang diamankan, ditetapkan tiga tersangka.

Ketiganya dinilai jadi biang kerok seorang remaja meninggal dunia, yaitu berinisial ALS alias Gembel (16), DS alias BWO (17).

Baca juga: Cegah Tawuran dan Aksi Gangster, 14 Remaja Asyik Pesta Miras di Neglasari Diangkut Polisi

Sedangkan RDY alias Jongkay, (22) masih belum tertangkap dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Peristiwa itu terjadi pada pada hari Sabtu, 26 November 2022 sekira pukul 04.30 WIB. antar dua kelompok remaja yang sudah janjian melalui media sosial," ujar Zain, Selasa (29/11/2022).

Zain mejelaskan, korban meninggal dunia dari salah satu kelompok yang bertikai tersebut akibat luka bacok pada bagian perut sebelah kiri.

Juga pinggul belakang kanan dan pundak atas kanan.

"Dari para pelaku kita berhasil mengamankan barang bukti dua jenis senjata tajam berupa celurit dengan gagang kayu, dan sebilah besi pipih dengan sebutan corbek," kata Zain.

"Para pelaku sudah kami diamankan di Mapolres Metro Tangerang Kota dan masih dilakukan pemeriksaan serta pengembangan," sambungnya.

Terhadap pelaku dijerat dengan Pasal 76C jo. Pasal 80 ayat (3) UU RI No. 35 th 2014 ttg perubahan kedua atas UU RI No. 23 th 2002 ttg Perlindungan Anak dan atau Pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP.

"Hukumannya 12 tahun penjara," tutup Kapolres.

 


Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved