Kadis Bina Marga DKI: M Bloc Jaksel Bakal Dibuat Semacam Ruang Ketiga

Pemprov DKI Jakarta bersama PT Peruri Properti (Pepro) tengah membahas penataan kawasan M Bloc yang bakal dijadikan ruang ketiga di ibu kota.

TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Kepala Dinas Binamarga DKI Jakarta Hari Nugroho mengatakan akan menyediakan slot untuk para PKL di trotoar yang sudah direvitalisasi, Rabu (19/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho bicara soal penataan kawasan M Bloc, Jakarta Selatan.

Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta bersama PT Peruri Properti (Pepro) tengah membahas penataan kawasan M Bloc yang bakal dijadikan ruang ketiga di ibu kota.

"Masalah ini, masalah penataan M Bloc. Mau dibuat, direvitalisasi, untuk tempat semacam ruang ketiga. Jadi tempat untuk taman, interaksi, dan sebagainya. Di situ, salah satunya ada penataan, revitalisasi, pedestrian. Kemudian, ada pengembangan kawasan MRT, Terminal Blok M," jelasnya saat ditemui di Balai Kota DKI, Rabu (30/11/2022).

Rencananya di bekas Terminal Blok M bakal dibuat ruang interaksi untuk warga atau ruang ketiga.

Tujuannya, kata Hari, agar kawasan M Bloc menjadi tujuan wisata warga, khususnya untuk warga Jakarta.

"Kemudian tempat untuk berinteraksi, semacam tempat orang untuk healing lah. kan kota perlu tempat-tempat interaksi kayak gitu, kayak rekreasi gitu. Jadi dari kantor Peruri, kan itu merupakan kawasan heritage, yang akan dikembangkan menjadi kawasan hijau, ada tempat bermain, ada tempat interaksi, dan sebagainya," lanjutnya.

Baca juga: Juru Parkir yang Lecehkan Wanita di M Bloc Space Akhirnya Ditahan Polisi

Sejauh ini, lanjut Hari, masih berupa konsep lebih dulu. Di mana konsep ini perlu dimatangkan lebih dulu.

Termasuk didalam pembicaraan mengenai anggaran yang akan digunakan untuk penataan M Bloc ini.

"Nanti kan mereka akan membuat rab dulu, pihak Perurinya. Nanti apa yang bisa masuk dari pemda, ya masuk. Kalau saya ada di situ, ya masuk anggaran. Pak Syafrin (Kadishub DKI) masalah jalur sepeda atau masalah apa, Pak Syafrin masuk. Pak Iwan (Kadis Kebudayaan DKI) kaitan masalah cagar budaya masuk. Jadi semua kolaborasi di situ. Ya rencananya (tahun depan mulai penataan), kan lagi konsep dulu. Nanti detilnya, ini masih pembahasan awal," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved