Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Rasa Bersalah Bharada E usai Tembak Mati Brigadir J: Kerap Dihantui Mimpi Buruk Ini Selama 3 Pekan

Bharada E mengaku kerap dihantui mimpi buruk berupa didatangi arwah korban selama sekitar tiga pekan seusai menembak mati Brigadir J.

Kolase TribunJakarta.com/Tribunnews/Ist
Richard Eliezer atau Bharada E (kiri) mengaku kerap dihantui mimpi buruk didatangi arwah korban selama sekitar tiga pekan seusai menembak mati rekannya sesama ajudan, Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal itu disampaikan Bharada E saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Briagdir J, untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf , di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Richard Eliezer atau Bharada E membeberkan alasan psikis di balik kesediannya mengungkap kejadian sebenarnya dari kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Hal itu disampaikan Bharada E saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana Briagdir J, untuk terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf , di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). 

Dalam persidangan, Bharada E mengakui semula mengikuti skenario atasannya Ferdy Sambo, bahwa Brigadir J tewas di rumah dinas paa 18 Juli 2022 lalu karena tembak-menembak dengan dirinya.

Namun, setelah Mabes Polri membentuk tim khusus, Bharada E berpaling dari skenario tersebut dan menyatakan peristiwa yang terjadi sebenarnya adalah Brigadir J tewas karena penembakan oleh dirinya dan Ferdy Sambo.

Bharada E mengaku bersedia mengungkapkan peristiwa yang sebenarnya terjadi itu karena alasan psikis yang dialaminya.

Baca juga: Bharada E Ungkap Rencana Ferdy Sambo Habisi Nyawa Brigadir J: "Nanti Kamu yang Tembak"

Bharada E Ungkap Fakta Baru di Sidang: Ferdy Sambo dan Putri Pisah Rumah Sebelum Tewasnya Brigadir J

Bharada E mengaku kerap dihantui mimpi buruk berupa didatangi arwah korban selama sekitar tiga pekan seusai menembak mati Brigadir J.

"Saya betul-betul dihantui mimpi buruk kurang lebih tiga minggu," kata Bharada E.

"Apa mimpimu? Bertemu almarhum (Yosua)? tanya hakim.

"Betul yang mulia," jawab Bharada E.

Richard Eliezer atau Bharada E (kanan) saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, untuk terdakwa Kuat Maruf (atas) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Dalam kesaksiannya, Bharada E yang juga terdakwa kasus ini mengaku mengaku kerap dimarahi atasannya, Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, ketika berada di dalam mobil.
Richard Eliezer atau Bharada E (kanan) saat memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, untuk terdakwa Kuat Maruf (atas) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Dalam kesaksiannya, Bharada E yang juga terdakwa kasus ini mengaku mengaku kerap dimarahi atasannya, Ferdy Sambo selaku Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, ketika berada di dalam mobil. (Tangkapan layar Kompas TV)

Ia pun mengaku berdosa karena telah mengikuti perintah Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.

"Saya merasa yang berdosa yang mulia karena saya mengikuti perintah dia (Ferdy Sambo)," ujar dia.

Baca juga: Bharada E Ungkap Termperamentalnya Seorang Ferdy Sambo: Motor Mendekat Mobilnya Langsung Murka

"Itu alasanmu mau menceritakan yang benar?" tanya hakim.

"Ya, saya merasa tertekan, yang mulia. Beruntungnya, pas saya dibawa itu enggak ada komunikasi dengan FS itu," ucap Bharada E.

 

 

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved