UMK 2023 Bekasi Direkomendasikan Naik 7,09 Persen, Apindo Khawatir Banyak Terjadi PHK

Kata Apindo, kenaikan upah terlalu tinggi tentu akan berdampak besar, tidak hanya untuk perusahaan tapi pekerja itu sendiri. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta.com/Yusuf Bahctiar
Ratusan buruh berunjuk rasa menuntut kenaikan UMP Kota Bekasi 2023 di Kantor Disnaker Kota Bekasi Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi, Selasa (29/11/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Upah Minimum Kota (UMK) Bekasi direkomendasikan naik 7,09 persen, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) khawatir terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). 

Hal ini disampaikan Ketua Apindo Kota Bekasi Farid Elhakamy, menurut dia situasi keuangan perusahaan belum sepenuhnya pulih pasca-pandemi Covid-19. 

"Kondisi ekonomi kita sekarang kan baru pulih ya dan belum sepenuhnya pulih dari covid," kata Farid kepada wartawan, Rabu (30/11/2022). 

Kenaikan upah terlalu tinggi tentu akan berdampak besar, tidak hanya untuk perusahaan tapi pekerja itu sendiri. 

"Kalau upahnya naik tinggi, mereka (pengusaha) akan melakukan berbagai cara yang kita khawatirkan terjadi PHK," ungkap Farid. 

Pengusaha bisa aja merelokasi pabrik, jika di wilayah tempat dia berproduksi tidak lagi sesuai dengan biaya operasional. 

Baca juga: Rekomendasi UMK 2023 Kota Bekasi Naik 7,09 Persen, Apindo Nilai Bertentangan dengan Hukum

"Terjadi relokasi pabrik, terjadi pengurangan jam kerja, merumahkan karyawan itu kan merugikan pekerja," jelas dia. 

Tidak berhenti samapi di pekerja, dampak perusahaan yang tutup atau memilih untuk pindah pabrik berdampak ke sektor lain. 

"Kalau itu dilakukan oleh banyak perusahaan, akan sangat merugikan kita, itu problem bagi perusahaan, pemda, dan pekerja yang tidak kita inginkan," tegasnya. 

Sebelumnya diberitakan, Dewan Pengupahan Kota atau Depeko Bekasi menetapkan usulan kenaikan UMK 2023 sebesar 7,09 persen.  

Penetapan dilakukan melalui rapat pleno Depeko yang berlangsung di Kantor Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bekasi, Selasa (29/11/2022).  

Kepala Disnaker Kota Bekasi Ika Indah Yarti mengatakan, kenaikan dihitung berdasarkan Permenaker omor 18 tahun 2022.  

"Rekomendasi UMK Kota Bekasi tahun 2023 sebesar Rp5.158.248,20," kata Ika saat dikonfirmasi.  

Kenaikan 7,09 persen dihitung berdasarkan pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat sebesar 3,22 persen serta inflasi Jawa Barat 6,12 persen.   

Dari formulasi tersebut, kenaikan upah 2023 di Kota Bekasi direkomendasikan naik sebesar Rp341.327,03 dibading UMK 2022 Rp4.816.921,17. 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved