UMP 2023 DKI Cuma Naik 5,6 Persen, Buruh Bakal Demo Besar-besaran Awal Desember 2022

Buruh bakal melakukan aksi demo besar-besaran pada awal bulan Desember 2022 buntut UMP 2023 DKI cuma naik 5,6 persen.

Kolase TribunJakarta.com
Presiden KSPI Said Iqbal dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono. Buruh bakal melakukan aksi demo besar-besaran pada awal bulan Desember 2022 buntut UMP 2023 DKI cuma naik 5,6 persen. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Buruh bakal melakukan aksi demo besar-besaran pada awal bulan Desember 2022.

Hal ini disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyusul keputusan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang menaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 sebesar 5,6 persen atau setara Rp4,9 juta.

"Terkait dengan hal itu, Partai Buruh bersama dengan organisasi Serikat Buruh akan melakukan aksi besar-besaran di berbagai daerah terhitung mulai tanggal 1 hingga 7 Desember 2022," katanya kepada wartawan, Rabu (30/11/2022).

Said mengatakan kenaikan 5,6 persen akan membuat buruh semakin miskin.

Apalagi di masa pandemi tidak ada kenaikan upah dan kenaikan harga-harga barang akibat kenaikan BBM, menyebabkan daya beli buruh turun 30 persen dengan kenaikan 5,6 persen membuat daya beli buruh dan masyarakat kecil semakin terpuruk.

Baca juga: Setuju Kenaikan UMP DKI 2023 Jadi Rp 4,9 Juta, PDIP: Angka Itu Lebih Moderat

Kata dia, buruh sudah menanggung beban kenaikan harga BBM, yakni terpuruk karena daya beli turun 30 persen, ditambah dengan kenaikan UMP 2023 tidak bisa sekedar untuk menyesuaikan kenaikan harga barang.

“Kenaikan 5,6 persen di bawah nilai inflansi tahun 2022. Karena kenaikan UMP tersebut menggunakan inflansi Year to Year, bulan September 2021 – September 2022. Sehingga hal itu tidak bisa mendeteksi kenaikan harga BBM yang yang diputuskan bulan Oktober. Tidak punya hati pada buruh. Tidak punya rasa empati pada buruh. Kami mengecam keras kebijakan Pj Gubernur DKI," lanjutnya.

Massa buruh menuntut kenaikan UMP DKI 2023 mencapai 10,55 persen, di Balai Kota DKI, Kamis (24/11/2022).
Massa buruh menuntut kenaikan UMP DKI 2023 mencapai 10,55 persen, di Balai Kota DKI, Kamis (24/11/2022). (Dionisius Arya Bima Suci/TribunJakarta.com)

Selain itu, kenaikan UMP DKI lebih kecil jika dibandingkan dengan daerah sekitar.

Sebagai contoh ia menyebutkan di Bogor. Subang, Majalengka, dan Cirebon. Kata dia, bupatinya sudah merekomendasikan kenaikan upah sebesar 10 persen.

Disnakertrans Umumkan Kenaikan UMP 2023 DKI

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta Andri Yansyah menyebut, Upah Minimum Provinsi (UMP) 2023 naik 5,6 persen menjadi Rp4,9 juta.

Andri menyebut, besaran UMP 2023 ini sesuai dengan usulan dalam Sidang Dewan Pengupahan DKI yang dilaksanakan 22 November 2022 lalu.

"UMP Pemprov DKI untuk tahun 2023 sebesar Rp 4.901.798," ucapnya di Balai Kota Jakarta, Senin (28/11/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved