Batal Akuisisi PT KCI, Pemprov DKI Cuma Berencana Beri Suntikan Dana di 2023

Pemprov DKI lewat BUMD PT MRT Jakarta batal mengakuisisi PT KCI. Pemprov DKI bakal menyuntikan dana penyerataan modal ke PT KCI.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Sejumlah penumpang mengantre untuk menaiki KRL di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat - Pemprov DKI lewat BUMD PT MRT Jakarta batal mengakuisisi PT KCI. Pemprov DKI bakal menyuntikan dana penyerataan modal ke PT KCI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pemprov DKI lewat BUMD PT MRT Jakarta batal mengakuisisi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI).

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo yang menyebut ada skema lain yang disiapkan untuk kerja sama ini.

Ia pun menyebut, opsi yang dipilih ialah dengan menyuntikan dana penyerataan modal ke PT KCI.

"Tidak lagi akuisisi ya, tapi barangkali penyertaan modal dari MRT ke KCI," ucapnya di Balai Kota, Rabu (30/11/2022).

Sebagai informasi, saat ini Pemprov DKI melalui PT MRT Jakarta memiliki 49 persen saham PT KCI.

Dengan penambahan dana penyertaan modal ini, diharapkan bisa menyatukan operasional KRL dengan transportasi lain di ibu kota.

Hal ini sejalan dengan tujuan awal rencana akuisisi PT KCI yang ingin mengintegrasikan KRL dengan moda transportasi lain, seperti MRT, LRT, hingga Transjakarta.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo setelah menghadiri apel kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi tahun 2022-2023 di Buperta, Jakarta Timur pada Rabu (9/11/2022).
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo setelah menghadiri apel kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana hidrometeorologi tahun 2022-2023 di Buperta, Jakarta Timur pada Rabu (9/11/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA)

 "Jadi tidak lagi kita melihat akuisisi, tetapi bagaimana penyertaan modal MRT dari sisi operasional itu bisa dijalankan, sehingga bisa lebih menyatu dari sisi operasional," ujarnya.

Terpisah, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Ismail mengatakan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk menambah penyertaan modal bagi PT KCI mencapai Rp100 miliar.

Angka ini lebih rendah dari usulan awal alokasi anggaran untuk akuisisi PT KCI sebesar Rp500 miliar.

Politikus senior PKS ini bilang, anggaran tersebut disunat habis lantaran belum ada kejelasan soal rencana akuisisi ini.

Baca juga: Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo Terpapar Covid-19

Pasalnya saat pembahasan anggaran, Pemprov DKI masih membahas model kerja sama yang akan dijalin bersama PT KAI.

"Sehingga kemarin disepakati dianggarkan dulu Rp100 miliar tujuannya biar ada rumahnya dulu. Kemudian nanti setelah disepakati bentuknya apa dan di situ ada yang yang sudah definitif dibutuhkan, maka itu akan dianggarkan kembali di (APBD) Perubahan 2023 atau (APBD) murni 2024," tuturnya saat dikonfirmasi.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved