Cerita Kriminal

Malangnya Pemuda asal Malang Merantau di Jakarta: Dua Bulan di Ibu Kota, Kepala Dibacok 26 Jahitan

Luka bacok di kepala membuat perantau asal Malang, Jawa Timur itu belum bisa banyak beraktivitas hingga hari ini. 

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Aditya Eka (18), pemuda asal Malang Jawa Timur yang jadi korban begal di Cilincing, saat ditemui di kamar kontrakannya di i Gang Haji Maih, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022). Ia menderita luka bacok 26 jahitan akibat kejahatan begal yang menimpanya.  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Aditya Eka (18) hanya bisa beristirahat di kamar kontrakannya di Gang Haji Maih, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara sejak Selasa (29/11/2022) lalu. 

Luka bacok di kepala membuat perantau asal Malang, Jawa Timur itu belum bisa banyak beraktivitas hingga hari ini. 

Seperti nama kota asalnya, malang benar nasib Adit yang ketika baru dua bulan berada di perantauan sudah mendapatkan musibah yang hampir membuatnya kehilangan nyawa. 

Adit ialah korban dari aksi sadis komplotan begal berjumlah tiga orang yang menyerangnya Selasa subuh lalu. 

Saat itu, Adit yang baru pulang bekerja sebagai operator mesin las di PT Komatsu diadang ketiga pelaku tak jauh dari kantornya di Jalan Cakung Cilincing Raya, Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara. 

Pemuda lajang ini tak bisa banyak berkutik. 

Apalagi, kendaraan yang ditunggangi Adit kala itu hanyalah sebuah sepeda gunung yang memang sudah dua bulan dipakainya bolak balik kantor-kontrakan. 

Baca juga: Cerita Jayadi, Niat Mau Jemput Ayam Tengah Malam Malah Dijegal Komplotan Begal di Bekasi

Sekitar 10 menit menjelang adzan subuh, Adit disetop ketiga pelaku di jalanan sepi minim penerangan. 

Tiga bandit jalanan itu meneriaki dan mendekati Adit sebelum berbagi peran. 

Ilustrasi begal di jalan
Ilustrasi begal di jalan (Muhammad Azzam/screenshot/CCTV)

Pelaku yang berambut gondrong memposisikan diri di belakang Adit, sedangkan pelaku yang berambut cepak di depannya. 

Satu pelaku lagi, yang mengenakan topi dan kaus putih, menunggu di atas motor alias berperan sebagai joki. 

"Mereka mencoba merampas handphone yang saya pegang, handphone itu kan biasa saya pakai buat penerangan kalo pulang naik sepeda," kata Adit kepada TribunJakarta.com di kontrakannya, Kamis (1/12/2022). 

Para pelaku lantas mencoba merampas handphone yang terus-terusan digenggam Adit. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved