Viral di Media Sosial

Alasan Polisi Terima Laporan Anak SMP ke Ibu Kandung, Bermula Karena Kesal Dimarahi Ketahuan Pacaran

Terkuak alasan Polrestabes Palembang menerima laporan anak SMP terhadap ibu kandungnya sendiri. Anak SMP tersebut melaporkan ibunya seusai dimarahi.

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Tangkapan layar di Instagram
Terkuak alasan Polrestabes Palembang menerima laporan anak SMP terhadap ibu kandungnya sendiri. Sekedar informasi anak SMP tersebut melaporkan ibunya seusai dimarahi karena ketahuan berpacaran kelewat batas. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Terkuak alasan Polrestabes Palembang menerima laporan anak SMP terhadap ibu kandungnya sendiri.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Mokhamad Ngajib kepada awak media, pada Kamis (1/12/2022).

Sekedar informasi anak SMP tersebut melaporkan ibunya seusai dimarahi karena ketahuan berpacaran kelewat batas.

TONTON JUGA

Mokhamad Ngajib menjelaskan pihaknya sudah memberikan penjelasan kepada anak SMP tersebut saat membuat laporan.

Namun anak berusia 12 tahun itu tetap kekeh mempolisikan ibu kandungnya.

"Kita sudah memberikan pemahaman saat itu sebanyak dua kali," ucap Mokhamad Ngajib.

"Tapi karena masyarakat ingin melaporkan, polisi tidak boleh menolak lalu menerimanya, dari laporan tersebut kita tindak lanjuti sebagai dasarnya," imbuhnya.

Ibu dan anak tersebut kini memilih untuk berdamai.

Baca juga: Akhir Kisah Anak yang Laporkan Ibu ke Polisi Karena Dimarahi Pacaran Kelewat Batas, Pilih Berdamai

"Kita sudah selesaikan secara kekeluargaan, saat ini sudah selesai permasalahannya," ucap Kombes Mokhamad Ngajib dikutip TribunJakarta dari video yang diunggah akun Instagram LambeTurah.

"Saat ini sudah kembali mereka dalam satu keluarga," imbuhnya.

Kombes Mokhamad Ngajib mengatakan anak SMP itu juga dalam keadaan sehat.

Baca juga: Terciduk Mau Tawuran di Kuburan, Pelajar SMP Dipulangkan Kapolsek Palmerah ke Rumah

"Dalam keadaan sehat semua," kata Mokhamad Ngajib.

Kombes Mokhamad Ngajib menjelaskan mulanya anak SMP tersebut mengaku menjadi korban penganiayaan sang ibu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved