Alun-Alun dan Taman Jatijajar Kota Depok Direkomendasikan Raih Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak

Kementerian PPPA merekomendasikan Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar untuk mendapatkan Anugerah RBRA.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Instrumen di Alun-Alun Kota Depok mulai rusak meski baru diresmikan satu hari. Kementerian PPPA merekomendasikan Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar untuk mendapatkan Anugerah RBRA. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) merekomendasikan Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar untuk mendapatkan Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

Rekomendasi ini diberikan usai Kementerian PPPA melakukan penilaian dan Alun-Alun Kota Depok mendapat skor 487, sementara Taman Jatijajar memperoleh skor 452.”

“Taman Alun-alun Kota Depok dan Taman Jatijajar mendapatkan rekomendasi dari Kementerian untuk mendapatkan Anugerah Ruang Bermain Ramah Anak, nanti kedua taman itu akan dicek kembali,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Minggu (4/12/2022).

Idris mengatakan, kedua taman di Kota Depok ini berhasil mencapai nilai tertinggi dari lima kategori peringkat, yakni mendapatkan predikat RBRA yang mana artinya telah memenuhi standar sebagai fasilitas ruang bermain ramah anak yang berjalan sesuai fungsinya.

“Kita mempunyai taman alun-alun yang luasnya tiga hektar lebih, awal pemikirannya setiap kota/kabupaten biasanya ada alun-alun, kok Depok tidak ada. Karena itu dibangun alun-alun ini dengan nuansa taman agar bisa dimanfaatkan untuk galeri UMKM," katanya.

Baca juga: Pengunjung Sering Membludak, Wali Kota Idris Bakal Tutup Alun-alun Kota Depok

“Kami punya komitmen setiap kelurahan ada satu taman yang bisa dimanfaatkan anak-anak khususnya, keluarga dan lansia, komitmen ini kami wujudkan meski dengan perjuangan luar biasa,” timpalnya lagi.

Lebih lanjut, Idris berujar pihaknya juga akan memabngun taman di area pinggir setu, dengan tetap mematuhi ketentuan kementerian terkait GSS (Garis Sempadan Sungai) sepanjang 50 meter.

“Maka dari itu, kebun-kebun dan hutan tetap dipelihara, kita namakan taman hutan kota yang ada di sebelah barat tepatnya di Sawangan Bojongsari,” ujarnya.

“Nanti juga akan ada jembatan gantung yang menghubungkan antara Sawangan dan Bojongsari,” pungkas Idris.

 

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved