Persija Jakarta

Jadi Kandang Persija Saat Hadapi Borneo FC di Lanjutan Liga 1, Sejarah Stadion Sultan Agung Bantul

Jadi kandang Persija saat hadapi Borneo FC di lanjutan Liga 1 2022-2023 pada Selasa (6/12/2022) esok, inilah sejarah Stadion Sultan Agung.

Editor: Elga H Putra
Tribun Jogja/Hasan Sakri
Jadi kandang Persija saat hadapi Borneo FC di lanjutan Liga 1 2022-2023 pada Selasa (6/12/2022) esok, inilah sejarah Stadion Sultan Agung di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Persija Jakarta akan menghadapi Borneo FC pada lanjutan Liga 1 2022-2023, Selasa (6/12/2022), pukul 18.15 WIB.

Ini adalah laga perdana Persija usai Liga 1 2022-2023 kembali digulirkan mulai Senin (5/12/2022) setelah dihentikan selama dua bulan pasca tragedi Kanjuruhan.

Kelanjutan Liga 1 2022-2023 bakal digelar dengan sistem bubble yang dipusatkan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sistem bubble ini hanya berlangsung enam pekan atau sampai putaran pertama Liga 1 2022/2023 berakhir.

Dalam laga melawan Borneo FC bertindak sebagai tuan rumah.

Baca juga: Persija Vs Borneo FC: Lihat Rekor Pertemuan, Sang Macan Wajib Waspada Hadapi Pemuncak Klasemen

Laga tersebut digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta.

Sejarah Stadion Sultan Agung

Stadion Sultan Agung sejatinya tak asing bagi Macan Kemayoran.

Laga Persija Jakarta vs PSMS Medan di Stadion Sultan Agung Bantul, Jogjakarta, Minggu (12/8/2018) diakhiri dengan skor imbang kacamata, 0-0.
Laga Persija Jakarta vs PSMS Medan di Stadion Sultan Agung Bantul, Jogjakarta, Minggu (12/8/2018) diakhiri dengan skor imbang kacamata, 0-0. (Instagram/@persijajkt)

Sebab, Persija kerap bermain kandang di stadion ini jika mereka terusir dari ibu kota.

Melansir Tribunnewswiki, Stadion Sultan Agung juga sering disebut Stadion Pacar, karena berada di wilayah Pacar, Timbulharjo, Sewon, Bantul.

Stadion Sultan Agung merupakan kandang dari Persiba Bantul dan sering menjadi stadion alternatif bagi klub Liga 1, Persija Jakarta dan TIRA-Persikabo.

Stadion Sultan Agung memiliki kapasitas 30.000 penonton.

Stadion ini diresmikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 2007 bertepatan dengan pembukaan PORDA DIY.

Meskipun baru diresmikan pada tahun 2007, stadion ini sudah digunakan untuk menggelar pertandingan sepakbola baik lokal Bantul maupun pertandingan Kompetisi Liga Indonesia sejak tahun 2005.

Stadion ini mengambil nama dari pahlawan nasional yaitu Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma.

Baca juga: Pulang dari Eropa, Penggawa Muda Persija Siap Mati-matian Hadapi Lawan Sang Macan di Liga 1 2022

Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma merupakan sultan ketiga dari Kesultanan Mataram yang berkuasa pada 1613-1645.

Sultan Mataram ini berani melakukan perlawanan terhadap VOC pada masa itu.

Baca artikel lainnya dari TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved