Sekda Marullah Dicopot dan Diangkat jadi Deputi Gubernur: Akal-akalan Heru Budi Buang Orangnya Anies

Menurut Ujang, keputusan pencopotan yang dilakukan Heru Budi Hartono ini tidak terlepas dari kedekatan Marullah Matali dengan Anies Baswedan.

Kompas.com/Instagram @marullahmatali.real
Ilustrasi - Pengangkatan Marullah Matali (kanan) sebagai Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata usai dicopot dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, dinilai pengamat politik sebagai akal-akalan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono (kiri) untuk menyingkirkan "orangnya" gubernur sebelumnya, Anies Baswedan (tengah).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengangkatan Marullah Matali sebagai Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata usai dicopot dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, dinilai sebagai akal-akalan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Heru Budi Hartono untuk menyingkirkan "orangnya" gubernur sebelumnya, Anies Baswedan

Hal ini diungkapkan pengamat politik Ujang Komarudin perihal pergeseran jabatan Marullah Matali dari jabatan Sekda ke Deputi Gubernur DKI jakarta.

"Jabatan Deputi Gubernur itu tempat buangan atau dalam istilah birokrasi tempat parkir. Kasarnya Marullah itu dibuang," ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (5/12/2022).

Menurut Ujang, keputusan pencopotan yang dilakukan Heru Budi Hartono ini tidak terlepas dari kedekatan Marullah Matali dengan Anies Baswedan.

Pasalnya, Marullah diangkat sebagai Sekda DKI di era kepemimpinan Gubernur Anies

Kala itu, Marullah dipilih untuk menggantikan Saefullah yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

"Karena dianggap orangnya Anies, karena dianggap orang tidak sepakat dengan Heru dan kelompoknya, maka disikat, maka dihabisi, diganti," ujarnya.

Baca juga: Copot Sekda Marullah, Heru Budi Dinilai Ugal-ugalan Pimpin Jakarta: Orangnya Anies Disikat Habis

Heru Budi Hartono melakukan banyak perombakan jabatan di jajaran Pemprov DKI maupun direksi Badan Usaha Milil Daerah (BUMD) DKI sejak dilantik sebagai Pj Gubernur DKI pada 17 Oktober 2022.

Sebelum Marullah Matali dicopot dari jabatan Sekda, Heru Budi lebih dulu mencopot Direktur Utama PT MRT Jakarta Mohamad Aprindy yang baru menjabat kurang dari tiga bulan.

Kemudian, ada nama Komisaris PT LRT Jakarta Tatak Ujiyati yang juga dicopot oleh Heru Budi.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin. Ujang memaparkan Citayam Fashion Week sebagai fenomena politik.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin. Ujang memaparkan Citayam Fashion Week sebagai fenomena politik. (Istimewa)

Tatak merupakan salah satu orang kepercayaan Anies Baswedan. Selain menjabat sebagai Komisaris PT LRT Jakarta, Tatak juga merupakan Anggota Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) bentukan Anies.

Setelahnya, Heru Budi melakukan perombakan besaran di jajaran direksi PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Lima direktur Jakpro suksesor proyek Jakarta International Stadium (JIS) dan gelaran Formula E Jakarta 2022 ikut dicopot Heru Budi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved