Pilpres 2024

Waketum Partai Garuda Tanggapi Soal Anies Baswedan Dibenci Gara-gara Media Sosial

Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan pendukung Anies Baswedan dimana capres yang diusung NasDem itu dibenci karena medsos.

Istimewa
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan pendukung Anies Baswedan dimana capres yang diusung NasDem itu dibenci karena medsos. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menanggapi pernyataan pendukung calon presiden Anies Baswedan.

Dimana, pendukung eks Gubernur DKI Jakarta itu menyebut Anies Baswedan dibenci karena media sosial.

"Seolah-olah informasi di media sosial tentang Anies adalah informasi yang tidak benar, sehingga mereka akan mengedukasi masyarakat dengan mendatangkan anies ke berbagai daerah," kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (5/12/2022).

Menurut Teddy, informasi yang disampaikan ke media sosial terkait Anies Baswedan bukan informasi hoaks.

Namun, kata Teddy, menyampaikan jejak digital Anies Baswedan.

Baca juga: Alasan Anies Baswedan Naik Jet Pribadi saat Safari Politik, Ternyata Ada Masalah di Penerbangan

"Menyampaikan bukti-bukti, dimana hal itu bagian dari mengedukasi masyarakat agar supaya mendapatkan informasi yang benar terkait Anies," kata Teddy.

Ia pun meminta hal tersebut tidak dibalik. Yakni ketika media sosial menyampaikan jejak digital, menyampaikan informasi yang asal muasalnya berasal dari Anies maupun pendukungnya, lalu dianggap sebagai menyebarkan kebencian, menyebarkan informasi hoax.

"Itu malah memperlihatkan kekerdilan. Memperlihatkan bahwa mereka sama sekali tidak tahu harus menjual Anies bagaimana," kata Teddy.

"Memperlihatkan bagaimana mereka bingung, karena tidak ada hal yang bisa mereka jual, bukti-bukti yang ada malah mematahkan narasi yang mereka bangun untuk menjual Anies," imbuhnya.

Ia pun meminta pendukung Anies Baswedan harus lebih kreatif dan smart dalam berkampanye.

"Jangan malah menyalahkan para pihak yang memberikan fakta sebagai bagian dari menyebarkan kebencian. Jika tidak mampu menari, jangan salahkan lantainya," tuturnya.


Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved