Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Dibohongi Skenario Ferdy Sambo, AKP Irfan Widyanto: Jenderal Tega Menghancurkan Kami

Hal itu disampaikan Irfan saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang perkara pembunuhan berencana Bri

Kolase Tribun Jakarta/Tribunnews
Terdakwa obstruction of justice atau perintangan penyidikan pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Irfan Widyanto dan Ferdy Sambo. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM  - Mantan Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri AKP Irfan Widyanto mengaku kesal setelah dibohongi skenario Ferdy Sambo terkait peristiwa penembakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Irfan kesal lantaran termakan skenario tersebut, dirinya harus menjalani penempatan khusus (patsus) dan mendapat sanksi demosi selama tiga tahun. 

Hal itu disampaikan Irfan saat dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi dalam sidang perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

"Apa hukuman saudara?" tanya Hakim.

"Saya patsus 29 hari dan demosi tiga tahun Yang Mulia," kata Irfan.

Baca juga: Dibohongi Ferdy Sambo, Arif Rahman Nangis Ditanya Hakim Ketua: Sedih Yang Mulia, Saya Hanya Bekerja

"Bagaimana perasaan, saudara?" lanjut Hakim.

"Kecewa, kesal, marah. Jenderal kok bohong, susah jadi jenderal. Keluarga kami, kami paranoid nonton tv, media sosial," jawab Irfan.

Baca juga: Bharada E Ungkap Ciri-ciri Wanita yang Menangis Keluar dari Rumah Ferdy Sambo: Rambutnya Pendek

Ia pun menyebut Ferdy Sambo tega menghancurkan kariernya di Polri.

"Jenderal kok tega menghancurkan kami. Tiga tahun saya mengabdi, hancur di titik terendah pengabdian saya," ujar Irfan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved