Cerita Kriminal

Bujuk via Chat, Pria Cabuli Anak Teman Kerja di Hotel Tambora: Rp 100 Ribu untuk Tutup Mulut

Putra mengungkapkan, FH nekat mencabuli anak teman kerjanya itu sebanyak dua kali di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Ist
Sosok FS, tersangka pencabulan bocah perempuan 11 tahun, anak teman kerjanya di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, saat diamankan di Polsek Tambora. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Pria beristri berinisial FH (32) tega mencabuli bocah perempuan berusia 11 tahun.

Suatu ketika, FH membujuk korban via chat dari aplikasi Whatsapp untuk datang ke hotel di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

FH kenal dengan bocah tersebut karena merupakan teman kerja ibu korban.

"Begitu tiba di hotel, korban langsung diajak masuk kamar dan terjadi lah peristiwa pencabulan. Setelah selesai, pelaku mengantar korban tetapi tidak sampai tepat di rumahnya. Korban hanya diantar sampai minimarket dekat rumah korban," kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama pada Kamis (8/12/2022).

Putra mengungkapkan, FH nekat mencabuli anak teman kerjanya itu sebanyak dua kali di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Aksi bejat pertama dilakukan pada Sabtu (22/10/2022) dan kedua terjadi pada Senin (21/11/2022).

Usai memuaskan birahinya, FH memberi uang Rp 100 ribu kepada bocah tersebut sebagai uang tutup mulut.

Baca juga: "Lho, Kok Anak Saya Dimandiin?" Kagetnya NN Lihat Anaknya Bugil Bareng di Kamar Mandi Umum Tambora

Seiring berjalannya waktu, ibu korban curiga melihat adanya perubahan sikap anaknya.

Akhirnya si anak mengaku bahwa dirinya sempat dibujuk ke hotel oleh si pelaku.

Si ibu korban awalnya membuat laporan polisi terkait kasus persetubuhan terhadap anaknya.

"Peristiwa ini bermula dari laporan ibu korban ke Polsek Tambora pada tanggal 25 November 2022 atas peristiwa dugaan persetubuhan," kata Putra.

Pelaku ditangkap tiga hari setelah si ibu melapor di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB.

Namun, Putra menjelaskan dari hasil visum et repertum, pihaknya menduga yang terjadi bukan lah tindak pidana persetubuhan tetapi pencabulan.

"Berdasarkan keterangan korban, saksi dan didukung alat bukti surat berupa hasil pemeriksaan Visum et Repertum dari RSUD Tarakan tertanggal 28 November 2022, pelaku kami duga telah melakukan tindak pidana karena telah membujuk untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," jelasnya.

Baca juga: "Enggak Sengaja, Tangan Bergerak," Ucap Guru SDN Kota Bekasi Ditanya Kapolres Alasan Cabuli Siswi

Saat ini pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Sel Mapolsek Tambora, tersangka dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang-Undang dengan Ancaman Pidana paling singkat tiga tahun dan paling lama hingga 15 tahun penjara.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved