Cerita Kriminal

Kecentilan Gadis 11 Tahun di Tambora Bikin Ibunya Curiga, hingga Terbongkar Aksi Bejat Teman Kerja

Pria berinisial FS (32) nekat melakukan aksi cabul terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun di sebuah hotel di kawasan Pekojan.

Tribunnews
Ilustrasi korban cabul - Anak 11 tahu dicabuli pria dewasa di Tambora, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBORA - Pria berinisial FS (32) nekat melakukan aksi cabul terhadap bocah perempuan berusia 11 tahun di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, Jakarta Barat.

Kasus ini terbongkar bermula dari kecurigaan sang ibu korban yang melihat perubahan sikap keseharian si anak.

Si anak suka bergaya genit terhadap orang lain.

"Anaknya jadi semakin kecentilan. Suka make up, ke teman mengaku sudah punya pacar kokoh-kokoh," kata Kapolsek Tambora, Kompol Putra Pratama pada Kamis (8/12/2022).

Merasa ada yang tak beres dengan anaknya, si ibu mengajaknya bicara dari hati ke hati.

Akhirnya sang anak membongkar kisah terlarang dengan seorang pria, yang merupakan teman kerja sang ibu.

Baca juga: Guru Cabul SD Negeri di Bekasi Lulusan SMA: Baru 1 Tahun Mengajar, 8 Siswi Diduga Jadi Korban

Pria itu telah melakukan aksi tak sepantasnya terhadap seorang anak kecil.

Ibu korban, yang mengenal FS, langsung melaporkannya ke Polsek Tambora.

Si ibu korban awalnya membuat laporan polisi terkait kasus persetubuhan terhadap anaknya.

"Peristiwa ini bermula dari laporan ibu korban ke Polsek Tambora pada tanggal 25 November 2022 atas peristiwa dugaan persetubuhan," kata Putra.

Pelaku ditangkap tiga hari setelah si ibu melapor di rumahnya sekitar pukul 23.00 WIB.

Sosok FS, tersangka pencabulan bocah perempuan 11 tahun, anak teman kerjanya di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, saat diamankan di Polsek Tambora.
Sosok FS, tersangka pencabulan bocah perempuan 11 tahun, anak teman kerjanya di sebuah hotel di kawasan Pekojan, Tambora, saat diamankan di Polsek Tambora. (Ist)

Namun, Putra menjelaskan dari hasil visum et repertum, pihaknya menduga yang terjadi bukan lah tindak pidana persetubuhan tetapi pencabulan.

"Berdasarkan keterangan korban, saksi dan didukung alat bukti surat berupa hasil pemeriksaan Visum et Repertum dari RSUD Tarakan tertanggal 28 November 2022, pelaku kami duga telah melakukan tindak pidana karena telah membujuk untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved