Cerita Kriminal

Ikuti Saran Pacar Lahiran di Toilet, Siswi SMA di Bekasi Alami Kontraksi Sebelum Berangkat Ujian

Siswi SMA di Bekasi berinisial PS (17) sempat mengikuti saran pacarnya MFJ (16) untuk melahirkan di toilet. Korban sudah alami kontraksi sebelum ujian

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Sejoli SMA dan Bayi. Siswi SMA di Bekasi berinisial PS (17) sempat mengikuti saran pacarnya MFJ (16) untuk melahirkan di toilet. Korban sudah alami kontraksi sebelum ujian. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SERANG BARU - Siswi SMA di Bekasi berinisial PS (17) sempat mengikuti saran pacarnya MFJ (16) untuk melahirkan di toilet.

Sebab, PS sudah merasakan kontraksi sebelum berangkat ujian sekolah.

Hal ini disampaikan Kapolsek Serang Baru AKP Josman Harianja, pihaknya telah berhasil menangkap MFJ (16) kekasih dari PS (17) siswi yang membuang bayi.

"Sudah ditangkap (MFJ) pacarnya di rumahnya, sudah dua tahun pacaran," kata Josman, Jumat (9/12/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, MFJ berperan cukup vital dalam rencana jahat pembuangan bayi perempuan yang baru dilahirkan.

Baca juga: Kompak Pakai Baret Biru, Kemesraan Lord Rangga dengan Istri Muda dan Bayi Kesayangan Sebelum Wafat

MFJ bahkan menyarankan untuk melahirkan di toilet sekolah.

Hal ini lantaran sebelum berangkat ujian PS sudah merasakan kontraksi.

"Dari paginya udah mulas si perempuanya, makanya cowonya bilang ikut aja dulu ujian nanti kalau lahiran ke WC aja," ungkap Josman.

Selanjutnya, MFJ menyarankan bayi hasil hubungan di luar nikah itu dibuang di dinding bagian samping sekolah.

Polisi berhasil menangkap MFJ (16), pacar dari PS (17), siswi SMA Negeri di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, yang melahirkan di toilet saat ujian sekolah. Dari pemeriksaan polisi, sejoli pelajar beda SMA itu berpacaran selama dua tahun, namun sudah tiga kali melakukan hubungan badan. 
Polisi berhasil menangkap MFJ (16), pacar dari PS (17), siswi SMA Negeri di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, yang melahirkan di toilet saat ujian sekolah. Dari pemeriksaan polisi, sejoli pelajar beda SMA itu berpacaran selama dua tahun, namun sudah tiga kali melakukan hubungan badan.  (Kolase TribunJakarta.com/Ist)

PS diminta membungkus bayinya menggunakan jaket almamater, tujuannya agar dapat keluar sekolah tanpa ada yang mengetahui.

Karena takut melintas gerbang depan sekolah, PS akhirnya memanjat dinding dengan tetap membungkus bayi menggunakan almamater.

Bayi perempuan yang baru di lahirkan niatnya akan diambil MFJ di lokasi pembuangan.

Namun, rencana itu gagal lantaran lebih dulu warga yang menemukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved