Antisipasi Virus Corona di DKI

Masyarakat Jangan Panik, Dinkes DKI Sebut 24 Pasien Covid BN.1 Berdomisili di Jakarta

Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat tidak panik dengan masuknya Covid-19 subvarian Omicron BN.1.

Freepik via Tribunnews.com
Ilustrasi Virus Corona - Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat tidak panik dengan masuknya Covid-19 subvarian Omicron BN.1. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat tidak panik dengan masuknya Covid-19 subvarian Omicron BN.1.

Apalagi, Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama sempat menyebut 24 pasien Covid-19 subvarian Omicron BN.1 berdomisili di ibu kota.

"Apapun variannya jangan panik, pencegahannya sama. Cegah sakit dengan disiplin bermasker, cegah kematian dan longcovid dengan vaksinasi lengkap," katanya di Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Menurutnya, tren kasus positif Covid-19 sudah mengalami tren penurunan sejak dua minggu terakhir.

Bahkan, lanjut dia, tren kematian akibat Covid-19 ikut mengalami penurunan.

"Tren kasus positif sudah menurun 2 minggu terakhir. Tren kematian, penggunaan tempat tidur di rumah sakit menurun seminggu terakhir. Kondisi terkendali," bebernya.

Diwartakan sebelumnya, Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut 24 pasien Covid-19 subvarian Omicron BN.1 berdomisili di Jakarta.

Baca juga: Waspada, Jelang Libur Nataru Covid-19 di DKI Masih Tinggi, 7 Wilayah Ini Masuk Zona Merah

Hal ini disampaikan Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama menyusul pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah mengumumkan Covid-19 subvarian Omicron BN.1 telah terdeteksi di Indonesia.

"Dari 24 pasien BN.1 domisili Jakarta: 30 persen tanpa gejala, 70 persen gejala ringan," Katanya saat dikonfirmasi, Jumat (9/12/2022).

Dari total tersebut, satu pasien tercatat sebagai pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Di mana seluruhnya tengah menjalani isolasi mandiri atau isoman.

Ilustrasi virus corona varian Omicron asal Afrika Selatan dan disebut tidak bisa dilawan vaksin virus corona saat ini
Ilustrasi virus corona varian Omicron  (freepik)

Adapun varian ini, kata Ngabila, sudah masuk ke Jakarta sejak 10 Oktober 2022 lalu.

"Semua isolasi mandiri di rumah sebagian besar sudah sembuh. Hanya 1 yang PPLN, lainnya transmisi lokal. BN.1 pertama kali dideteksi di Jakarta sudah sejak tanggal 10 Okt 2022. Seminggu terakhir proporsinya 5 persen dari total varian yang ditemukan di Jakarta dari hasil genome sequencing," pungkasnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved