Tegaskan Kedaulatan NKRI di Perbatasan, BNPP Luncurkan Prangko Seri Pos Lintas Batas Negara
Tiga PLBN yang dipilih sebagai desain prangko ialah pilot project yang merujuk kepada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, ACEH - Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI meluncurkan tiga prangko seri Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Tahun 2022 di Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Kamis (22/12/20222).
Prangko seri terbaru ini memiliki desain latar belakang potret dari tiga PLBN di Indonesia.
Peluncuran prangko seri PLBN dilakukan oleh Menko Polhukam Mahfud MD selaku Ketua Pengarah BNPP, Mendagri Tito Karnavian selaku Kepala BNPP, PT Pos Indonesia, hingga pejabat terkait di Provinsi Aceh.
Menko Mahfud mengatakan, peluncuran prangko menjadi penting dilakukan untuk menunjukkan daerah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal ini dikarenakan prangko mempunyai fungsi administratif untuk perlindungan.
"Selain itu dalam prangko ada Zone Improvement Plan (ZIP) code, untuk menandakan wilayah kita dan itu dilindungi oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), kalau terjadi sengketa ZIP code sudah ada," kata Mahfud.
Sekretaris BNPP Restuardy Daud memaparkan, potret tiga PLBN yang diabadikan dalam seri prangko masing-masing ialah PLBN Aruk, PLBN Skouw, dan PLBN Motaain.
Ketiganya merupakan pintu gerbang keluar masuk orang dan barang di perbatasan negara.
Baca juga: Di Titik Nol Indonesia Sabang, Mahfud MD Tegaskan Negara Luar Jangan Masuk Sembarangan ke Wilayah RI
PLBN Aruk berada di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.
Yang kedua, PLBN Skouw berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua.
Kemudian, PLBN Motaain berada di Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
"Tiga prangko PLBN tersebut dicetak oleh Perum Peruri sejumlah 60.000 set. Prangko PLBN saat ini sudah dapat dibeli di Kantor Pos dengan nominal Rp 3.500 per lembarnya," jelas Restuardy.
Tiga PLBN yang dipilih sebagai desain prangko ialah pilot project yang merujuk kepada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi pada Kawasan Perbatasan Negara di Aruk, Motaain, dan Skouw.
Tiga PLBN tersebut adalah wajah Indonesia yang tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan atau pelayanan imigrasi, bea cukai, atau pos lintas batas semata, tetapi juga harus menjadi titik pertumbuhan ekonomi baru di baik di perbatasan Kalbar, NTT, maupun Papua.
Pengabadian potret tiga PLBN dalam prangko bukan hanya sebagai alat bukti pembayaran pengiriman jasa-jasa pos, tetapi dapat digunakan sebagai salah satu cara menunjukkan kedaulatan negara di wilayah perbatasan.
Pasalnya, setiap terbit suatu prangko maka akan mendapat pengakuan lebih dari 200 negara anggota Universal Postal Union (UPU).
"UPU merupakan sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1874. Organisasi ini merupakan organisasi yang bergerak dalam bidang pengiriman barang dan prangko, yang bermarkas di Bern, Swiss," tambahnya.
Baca juga: Museum Prangko Indonesia di TMII Miliki Ribuan Koleksi Prangko: Kini Jarang Dikunjungi
Restuardy menilai pengabadian potret tiga PLBN ini menjadi langkah konkret negara menjaga kedaulatan di perbatasan negara.
Ia berharap potret PLBN lainnya juga dapat terabadikan dalam prangko.
"BNPP selaku pengelola PLBN tentunya merasa sangat bangga dengan diluncurkannya prangko seri tiga PLBN yaitu Aruk, Motaain, dan Skouw. Kami berharap PLBN-PLBN lainnya nanti juga dapat diabadikan potretnya dalam prangko," pungkasnya.
Untuk diketahui, BNPP saat ini telah mengelola delapan PLBN yaitu Aruk, Entikong, dan Badau di Provinsi Kalimantan Barat; Motaain, Motamasin, dan Wini di Provinsi Nusa Tenggara Timur; serta Skouw dan Sota di Provinsi Papua.
Baca artikel, menarik lainnya dari TribunJakarta di Google News