Kasus Mutilasi di Bekasi

Cerita Fajar saat Polisi Buka Boks Isi Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Bekasi, Tak Berani Mendekat

Tempat ditemukan mayat berada di paling depan dari pintu gerbang, sedangkan Fajar mengontrakan di pintu paling pojok. 

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Siti Nawiroh
TribunJakarta/ Yusuf Bachtiar
TKP Kontrakan penemuan mayat wanita dimutilasi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Fajar Agung (23) merupakan salah satu penghuni kontrakan tempat ditemukan jasad wanita korban mutilasi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi. 

Waktu itu Jumat (30/12/2022) dini hari, polisi datang menanyakan penyewa kontrakan bernomor enam. 

Sebagai informasi, penyewa kontrakan berinisial EL (34) dilaporkan ke Polsek Bantargebang karena hilang dicari istrinya. 

Tempat ditemukan mayat berada di paling depan dari pintu gerbang, sedangkan Fajar mengontrakan di pintu paling pojok. 

"Jadi polisi datang kesini nyari yang ngontrak, tahunya tuh lewat aplikasi grab atau gojek dia pernah antar makanan ke sini," kata Fajar, Senin (2/1/2023). 

Dia bersama pemilik kontrakan mendampingi pihak kepolisian yang saat itu mencari penghuni kontrakan berinisial EL. 

Selanjutnya, polisi dengan didampingi pemilik kontrakan dan pengurus lingkungan setempat menggeledah pintu nomor enam tersebut. 

Di dalamnya, polisi menemukan dua boks kontainer yang disimpan di dalam kamar mandi. 

"Pas dibuka (kontrakan) ada koper isi pakaian wanita, sama ada boks di kamar mandi, boksnya terus dikeluarin sama polisi," jelas dia. 

Dua boks besar itu tertutup lakban, polisi lalu memberikan izin pengurus lingkungan setempat dan pemilik kontrakan membukanya. 

Baca juga: Sosok Korban Mutilasi di Bekasi Masih Teka-teki, Tetangga Pernah Lihat Wanita Mungil Masuk ke TKP

Fajar menceritakan, situasi di sekitar TKP dini hari itu cukup ramai. Dia menyaksikan langsung detik-detik boks mencurigakan dibuka. 

"Saya enggak berani deket-deket, tapi saya lihat dari pager sini bau, kaya bau kimia kaya bau kopi," ungkapnya. 

Setelah tutup boks berhasil dibuka, di dalamya terdapat bungkus plastik hitam tertutup rapat. 

TKP Kontrakan penemuan mayat wanita dimutilasi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
TKP Kontrakan penemuan mayat wanita dimutilasi di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. (TribunJakarta/ Yusuf Bachtiar)

Bungkus plastik ini ternyata potongan tubuh manusia yang telah dimutilasi, temuan ini sontak membuat gempar warga setempat. 

Tidak lama setelah itu, penyewa kontrakan berinisial EL datang menggunakan mobil. Dia sempat berputar balik saat melihat kontrakannya ramai warga dan polisi. 

"Enggak lama datang yang nempatin kontrakan, dia sempat putar balik cuma akhirnya ditangkap dibawa lagi ke sini introgasi polisi," tegasnya.

Misteri korban mutilasi Bekasi

Melansir TV One, menurut keterangan warga setempat bernama Dian Ardiansyah, pelaku sempat terpantau membawa wanita bertubuh kecil masuk ke kontrakan.

Kejadian itu menurut penjelasan Dian terjadi pada Juli 2022.

"Sekitar lima bulan yang lalu," ujar Dian, Minggu (1/1/2023).

Baca juga: Terkuak Cara Sadis Pelaku Mutilasi Perempuan di Bekasi, Tulang Bergerigi Jadi Petunjuk

Dian menyampaikan, tetangga kontrakan dan warga sekitar juga tidak pernah mendengar adanya keributan dari dalam kamar pelaku ataupun mencium bau busuk.

"Tahunya setelah kejadian malam Jumat kemarin baru warga tahu," kata Dian menceritakan ketika polisi memeriksa tempat kejadian perkara (TKP).

Dian mengatakan, pelaku sejak tiga bulan yang lalu sudah tidak pulang ke kontrakannya.

Melansir Tribunnews, baru-baru ini pihak kepolisian berhasil mengungkap cara pelaku memutilasi korban.

 "Informasi hasil penyelidikan kami (korban) dipotong menggunakan gergaji listrik," ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi, Sabtu (31/12/2022).

Kombes Hengki menjelaskan, tulang korban yang diperiksa oleh ahli forensik ternyata menunjukkan bentuk bergerigi.

Terkait kasus ini, Kombes Hengki turut merasa ada keanehan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

"Ini jadi pertanyaan kita lagi kenapa kok tetangganya tidak ada yang dengar dan sebagainya. Kenapa begitu permisif mayat sekian lama ada di sana tapi tidak ada yang tahu atau peduli," kata dia.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved