Kasus Serial Killer Bekasi dan Cianjur

Pembunuh Berantai Beli Cangkul Pemilik Kontrakan Seharga Rp 50 Ribu untuk Gali Lubang Misterius

Pelaku pembunuhan berantai beli cangkul pemilik kontrakan seharga Rp50 ribu, alat tersebut digunakan untuk menggali lubang misterius

Yusuf Bachtiar/TribunJakarta.com
TKP Rumah kontrakan di Kelurahan Ciketing Udik, Kelurahan Bantargebang, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BANTARGEBANG - Pelaku pembunuhan berantai beli cangkul pemilik kontrakan seharga Rp 50 ribu, alat tersebut digunakan untuk menggali lubang misterius. 

Jeding Bin Kubil (55) mengatakan, pelaku yang datang menemui merupakan pria lansia dengan ciri-ciri rambut beruban. 

Ciri-ciri tersebut identik dengan pelaku bernama Solihin alias Duloh, dia datang seorang diri memberikan uang Rp500 ribu untuk sewa dan Rp 50 ribu untuk cangkul. 

"Cangkul saya dibeli Rp 50 ribu, kaga bilang buat apa cuma katanya buat kerja bangunan," kata Jeding. 

Cangkul tersebut lanjut Jeding, biasa dia gunakan untuk bekerja serabutan. Kondisinya juga sudah tidak bagus karena barang bekas. 

Baca juga: Polisi Dalami Motif Pembunuhan Berantai di Bekasi dan Cianjur: Kenapa 2 Anak Kecil Ikut Dibunuh?

Soal lubang misterius, Jeding tidak mengetahui sama sekali karena sebelumnya tidak ada di rumah kontrakan. 

"Kaga tahu, baru itu (lubangnya) deket sumur," jelas dia. 

Rumah kontrakan memiliki dua kamar tidur, ruang tamu dan bagian belakang merupakan dapur serta sumur timba. 

Baca juga: Peran Wowon CS saat Melakukan Pembunuhan Berantai di Cianjur dan Bekasi, Ada yang Jadi Pemberi Dana

Di area belakang ini, lantai rumah masih berbentuk tanah belum seluruhnya dilapisi semen. 

Pada bagian belakang yang masih berlantai tanah, pelaku menggali lubang misterius yang diduga hendak digunakan untuk mengubur korban. 

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengatakan, terdapat lubang misterius di tempat kejadian perkara (TKP) kontrakan satu keluarga di Bekasi tewas diracun.  

Baca juga: Jadi Saksi Pembunuhan Berantai di Cianjur, Satu Keluarga di Bekasi Tewas Diracun Kepala Keluarga

"Yang menarik terdapat lubang galian berukung 1×2 meter kedalaman dua meter di area belakang rumah," kata Fadil di Polda Metro Jaya, Kamis (19/1/2023).  

Lubang yang ditemukan di TKP rumah kontrakan Bekasi lanjut dia, erat kaitannya dengan pengembangan kasus di Cianjur.  

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved