Ibu Kandung Aniaya Balitanya

Doa dan Isak Tangis Iringi Pemakaman Balita Korban Pembunuhan Ibu di Jakarta Timur

Doa dan isak tangis mengiringi pemakaman balita perempuan berinisial A (2) yang dibunuh ibu kandung NK (20) di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Doa dan isak tangis mengiringi pemakaman balita perempuan berinisial A (2) korban pembunuhan ibu kandung NK (20) di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Jenazah A dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) wakaf Kelurahan Pulogebang untuk RW 03, 04, dan 06 pada Rabu (25/1/2023) sekira pukul 14.14 WIB.

Pihak keluarga yang datang mengantarkan A ke tempat peristirahatan terakhir tampak tidak kuasa menahan tangis ketika jenazah korban dikebumikan di TPU dekat rumah duka.

Mereka saling menguatkan agar tidak larut dalam duka cita selama proses pemakaman A yang meninggal akibat dianiaya NK dengan cara dicekik pada Senin (23/1/2023).

Sebelum dikebumikan, jenazah A sempat disalatkan di Musala Al-Ikhlas, Jalan H. Wali, RT 02/RW 06, Kelurahan Pulogebang yang berada di lingkungan rumah tempat nenek A tinggal.

Baca juga: Balita Usia 2 Tahun di Duret Sawit Dibunuh Ibu Kandung, Pelaku Tak Hiraukan Tangis Kesakitan Korban

Dalam kasus ini pihak keluarga besar menyerahkan penanganan kasus kepada jajaran Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur yang menangani kasus.

Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira mengatakan penanganan kasus penganiayaan A dilimpahkan dari Unit Reskrim ke Unit PPA Satreskrim karena kasus melibatkan anak.

Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).
Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Berdasar hasil penyidikan sementara jajaran Unit Reskrim Polsek Cakung, NK berdalih melakukan penganiayaan karena balita tidak berdosa itu rewel atau kerap menangis.

Puncaknya, satu minggu sebelum korban meninggal dunia pada Senin (23/1/2023) NK menendang korban hingga korban jatuh dan mengalami luka berat pada bagian tangan dan dahi.

"Ibunya yang diduga tersangka kesal dan menendang korban hingga jatuh. Tangannya terpelintir dan kepala bagian kening terbentur," kata Syarifah.

Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).
Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Kala itu NK sempat berupaya memberikan pertolongan dengan membawa korban ke tukang urut lalu diberi ramuan herbal kencur dan diperban, lalu dibawa ke Puskesmas untuk membersihkan luka.

Namun buruknya luka membuat korban membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, sehingga pada Senin (23/1) hari NK berniat membawa korban ke rumah sakit di wilayah Kecamatan Pulogadung.

Baca juga: Balita Perempuan di Duren Sawit Jakarta Timur Tewas, Diduga Dibunuh Ibu Kandung

Nahas belum sempat mendapat pengobatan NA kembali menangis kesakitan, NK lalu mencekik korban hingga dua kali dan sehingga balita tidak berdosa itu meninggal dunia.

"Melihat korban sesak, (cekikan) dilepas dan didiamkan. Beberapa menit kemudian NK melihat korban diam dan kaku, dan ketika dipegang tangganya sudah dingin," ujar Syarifah.

Mendapati korban meregang nyawa NK menghubungi ibunya atau nenek korban yang berdomisili di wilayah Kelurahan Pulogebang, Kecamatan Cakung dengan maksud untuk memakamkan.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved