Bos Perusahaan Swasta Aniaya Anak

Polisi Tolak Penangguhan Penahanan Bos Perusahaan Swasta yang Aniaya Anak Kandung di Tebet

Menurutnya, persyaratan subjektif harus dipenuhi ketika seorang tersangka mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

kolase Instagram
Bos perusahaan swasta ternama Raden Indrajana Sofiandi atau RIS (53) yang menganiaya anak kandungnya KR, ternyata bukan cuma sekali berususan dengan polisi. RIS ternyata pernah ditahan Polda Metro Jaya karena kasus serupa, yakni penganiayaan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan tidak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan yang diajukan bos perusahaan swasta bernama Raden Indrajana Sofiandi yang menganiaya anak kandungnya.

Polisi sebelumnya telah menetapkan Raden Indrajana sebagai tersangka dan melakukan penahanan.

"Nggak ada penangguhan penahanan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy Idrus kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).

Irwandhy menjelaskan, penangguhan penahanan merupakan kewenangan penyidik. 

Menurutnya, persyaratan subjektif harus dipenuhi ketika seorang tersangka mengajukan permohonan penangguhan penahanan.

"Nanti pertimbangan penyidik untuk penangguhan penahanan pertimbangan penyidik, apakah masih dibutuhkan, syarat subjektif itu harus terpenuhi," ujar dia.

Adapun penganiayaan terhadap korban berinisial KR dan KA terjadi di Apartemen Signature Park, Tebet, Jakarta Selatan.

Baca juga: Wowon Tak Segan Bunuh Anak Kandungnya Demi Kesuksesan, Polisi Dalami Kemungkinan Ritual Pesugihan

Aksi penganiayaan Raden Indrajana terhadap anak kandungnya diduga sudah berlangsung selama satu tahun sejak 2021.

Ibu korban melaporkan penganiayaan terhadap kedua anaknya pada 23 September 2022.

Sementara, kasus ini baru mencuat pada Selasa (20/12/2022), setelah video yang merekam aksi penganiayaan itu viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat Raden Indrajana memukul kepala anaknya menggunakan tangan. Tak sampai di situ, Raden juga menendang anaknya.

Baca juga: Di TKP Ayah Bunuh Anak di Depok, Polisi Dapat Fakta Beda Soal Posisi Jasad: Dieksekusi di Wastafel

Irwandhy mengatakan, Raden Indrajana yang merupakan bos perusahaan swasta menganiaya anak kandungnya karena kesal korban tidak mau mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Motifnya karena pelapor memberitahukan terlapor bahwa si korban tidak melaksanakan sekolah daring. Pada saat kejadian itu di tahun 2021, masih melaksanakan WFH," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Irwandhy Idrus saat dikonfirmasi, Selasa (20/12/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved