Ibu Kandung Aniaya Balitanya

Seminggu Sebelum Tewas, Balita di Duren Sawit Dianiaya Ibu Lalu Hanya Diobati dengan Parutan Kencur

Seminggu sebelum dibunuh, balita perempuan berinisial NA (2) ternyata sempat dianiaya dengan sadis oleh ibu kandungnya NK (20).

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
Kolase Tribun Jakarta
Seminggu sebelum meninggal dunia di rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, balita perempuan berinisial NA (2) ternyata sempat dianiaya dengan sadis oleh ibu kandungnya NK (20). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Seminggu sebelum meninggal dunia di rumah kontrakan di kawasan Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, balita perempuan berinisial NA (2) ternyata sempat dianiaya dengan sadis oleh ibu kandungnya NK (20).

NK menendang NA dengan sangat keras. Akibat tendangan tersebut, balita bertubuh mungil itu terjatuh.

Kepalanya terbentur dinding dan tangannya terpelintir.

TONTON JUGA

NA mengalami luka parah.

Kapolsek Cakung Kompol Syarifah Chaira mengatakan berdasar hasil pemeriksaan sementara NK tega membunuh darah dagingnya karena kesal korban kerap menangis atau rewel.

"Ibunya yang diduga tersangka kesal dan menendang korban hingga jatuh," kata Syarifah di Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).

"Tangannya terpelintir dan kepala bagian kening terbentur," imbuhnya.

Kala itu melihat NA terluka parah, NK lalu memberikan pengobatan seadannya.

Ia membawa korban ke tukang urut lalu diberi ramuan herbal kencur dan diperban.

Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023).
Pemakaman jenazah balita berinisial A (2) yang tewas dianiaya ibu kandung di TPU Wakaf Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Rabu (25/1/2023). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Baca juga: Lagi Merantau, Ayah Balita Korban Pembunuhan Belum Tahu Putrinya Dibunuh Istri

Tukang urut lalu menyarankan NK untuk membawa NA ke Puskesmas untuk membersihkan lukanya.

Namun luka di kepala NA terlalu parah, sehingga ia membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Pada Senin (23/1/2023) atas saran Puskesmas, NK berniat membawa korban ke rumah sakit di wilayah Kecamatan Pulogadung.

Merasakan sakit yang luar biasa di kepala dan tangannya, NA lalu menangis.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved