PKL Masih Bandel Berjualan di Kota Tua, Satpol PP Jakbar Sita 70 Gerobak dan Peralatan Jualan

Sebanyak 70 gerobak dan peralatan berjualan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Kota Tua disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat.

TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Petugas Satpol PP memindahkan barang dagangan Bude (52) di Kawasan Kota Tua Taman Sari Jakarta Barat pada Senin (1/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI -  Sebanyak 70 gerobak dan peralatan berjualan pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Kota Tua disita Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Barat, pada Januari 2023.

Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Agus Irwanto mengatakan, penyitaan dilakukan karena PKL berdagang di lokasi terlarang seperti sepanjang trotoar kawasan Kota Tua.

"Dari awal Januari hingga sekarang total ada 70 yang kita sita. Itu terdiri dari gerobak dan lain sebagainya," kata Agus Irwanto, kepada awak media, Kamis (26/1/2023).

Agus menerangkan, penindakan itu dilakukan karena banyaknya PKL yang masih membandel berjualan di kawasan Kota Tua.

Bahkan, sebagian pedagang ada yang berjualan di pelataran dalam wilayah Kota Tua.

Baca juga: Wali Kota Jakbar Sampai Harus Turun Tangan, Kawasan Kota Tua Sudah Bersih dari PKL yang Bandel

Sejumlah gerobak dan peralatan yang disita Satpol PP Jakarta Barat antara lain gerobak makanan, aksesoris hingga mainan anak-anak.

Agus mengatakan, gerobak dan peralatan mereka disita petugas selama tiga hari.

Setelah itu, pedagang boleh mengambil barang-barangnya kembali.

Baca juga: Berita Foto Gemerlap Instalasi Natal yang Jadi Daya Tarik di Kota Tua

"Mereka bisa mengambil dengan catatan tidak akan berdagang lagi di lokasi yang dilarang," jelas Agus.

Menurut Agus, pedagang yang dikenakan sanksi penyitaan merupakan PKL dari luar wilayah Kota Tua.

Mereka berbondong-bondong berdagang karena pengunjung Kota Tua semakin ramai, terlebih ketika pemerintah mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Baca juga: Menilik Sejarah Toko Merah, Bangunan Artistik Bekas Peninggalan Belanda di Kota Tua

Pihaknya memastikan pengawasan di kawasan Kota Tua akan diperketat demi membersihkan para PKL.

"Kita turunkan 250 personel untuk berjaga di lokasi Kota Tua. Mereka jaga 24 jam dibagi jadi tiga shift," pungkasnya.

Para PKL diminta berdagang di lokasi yang sudah disediakan Pemprov DKI, yakni lokasi binaan (Lokbin) Kota Intan di Jalan Cengkeh, Jakarta Barat.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved