Identik dengan Cap Go Meh, Ternyata Ini Makna Warna Merah Pada Lampion China

Identik Dengan Cap Go Meh, Ternyata Ini Makna Warna Merah Pada Lampion China

TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Lampion di halaman Wihara Amurva Bhumi 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Masyarakat Tionghoa akan merayakan Cap Go Meh pada 5 Februari 2023 besok.

Biasanya, salah satu ornamen yang menjadi khas perayaan Cap Go Meh ialah lentera atau lampion.

Lampion, biasa dipasang menghiasi rumah-rumah, klenteng, dan pertokoan setiap Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh.

Meski memiliki jenis yang beragam, namun lampion yang dipasang saat perayaan imlek dan Cap Go Meh kebanyakan merupakan lampion yang memiliki warna merah terang. Mengapa demikian?

Baca juga: Ada Kirab Toa Pe Kong, Berikut Kemeriahan Cap Go Meh di Glodok dan Kota Tua, Cocok Buat Akhir Pekan

Diketahui, warna merah yang dipasang pada lampion saat imlek atau Cap Go Meh ternyata punya makna tersendiri bagi masyarakat Tionghoa.

Dilansir dari China Highlights, lampion China awal mulanya berasal dari zaman Dinasti Han Timur (25–220 M).

Kala itu, lampion digunakan sebagai kap lampu atau penutup lampu di Tiongkok kuno.

Pada awalnya, lampion kertas digunakan untuk memuja Buddha di kuil.

Mingdi, kaisar Han Timur yang dipercaya sebagai penyebar awal agama Buddha di Tiongkok, memerintahkan orang-orang di istana kekaisaran menyalakan lentera untuk menyembah Buddha pada hari ke-15 bulan lunar pertamd, yang kemudian menjadi tanggal Festival Lentera atau Cap Go Meh.

Hingga kemudian, pada masa Dinasti Tang (618–907 M), praktik menggunakan lampion semakin populer.

Makna warna pada lampion
Lampion China, memiliki banyak jenis dan warna.
Dalam budaya masyarakat Tionghoa, warna yang berbeda pada lampion mengungkapkan arti yang berbeda juga.
Untuk perayaan festival seperti Cap Go Meh, lampion merah merupakan jenis yang paling umum dipakai.

Menurut budaya masyarakat Tionghoa, lampion merah adalah simbol kekayaan, ketenaran, dan kemakmuran.

Oleh karenanya, lentera merah digunakan untuk merayakan acara-acara kegembiraan dan keharmonisan.

Seperti pernikahan, pembukaan bisnis, reuni keluarga, serta perayaan beberapa festival.

Sementara lampion kuning, sebagian besar digunakan di istana pada zaman kekaisaran di China.

Kuning adalah warna kaisar di Tiongkok kuno, jadi mereka tidak diizinkan untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Manun di masa sekarang, lentera kuning dianggap dapat membawa keberuntungan bagi siswa muda di sekolah.

Adapula jenis lampion lain berwarna putih dan hijau.

Dalam budaya Cina, putih terkait dengan kematian atau pemakaman.

Oleh sebab itu, lampion atau lentera bambu putih sering digunakan di pemakaman di Cina.

Sementara lampion hijau memiliki makna kesehatan, kemakmuran, dan keharmonisan.

Sama seperti lampion merah, lampion hijau juga cukup populer saat ini.

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved