Respons Ucapan Jokowi Soal Banyaknya Warga Berobat ke Luar Negeri, Komisi E Ingin RSUD Berbenah

Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta berbenah dalam hal pelayanan dan fasilitas.

Tayang:
Istimewa
Rumah Sehat untuk Jakarta RSUD Cengkareng. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM - Komisi E DPRD DKI Jakarta meminta seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jakarta berbenah dalam hal pelayanan dan fasilitas.

Hal itu sebagai langkah menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal banyaknya warga yang berobat ke luar negeri.

“Merespons ucapan Pak Jokowi itu, kami Komisi E bersepakat untuk melakukan peninjauan-peninjauan supaya rumah sakit aware, menangkap sinyal pesan dari presiden untuk mempersiapkan diri menjadi rumah sakit handal,” ujar Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra, Iman Satria dalam keterangannya, Rabu (15/3/2023).

Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Ima Mahdiah meminta peningkatan fasilitas medis harus diikuti dengan peningkatan kualitas tenaga medis.

“Pelayanan-pelayanannya yang selama ini kurang baik harus lebih baik lagi.

Karena kalau kita beli alat medis baru tapi tidak didukung dengan SDM yang bagus itu percuma,” kata Ima.

Diberitakan sebelumnya, melansir Tribunnews, Presiden Jokowi mengatakan kurang lebih 2 juta masyarakat Indonesia berobat ke luar negeri.

Padahal fasilitas kesehatan di Indonesia tidak kalah bagusnya dengan ada yang di luar negeri.

Baca juga: Diminta DPRD DKI, Dinas Kesehatan Sebut Ada Tiga RSUD dengan Penguatan Anak, Berikut Daftarnya!

Hal itu disampaikan Presiden saat peresmian Rumah Sakit Mayapada, Bandung, Jawa Barat, Senin (6/3/2023).

“Saya tadi baru saja masuk ke Rumah Sakit ini, Mayapada Hospital Bandung. Apa yang saya lihat semuanya ruangannya Alkesnya tata ruangnya, green buildingnya sangat sangat bagus. Karena informasi yang saya terima hampir 2 juta masyarakat kita itu masih pergi berobat ke luar negeri apabila sakit. Padahal kita memiliki rumah sakit seperti ini,” kata Jokowi.

Dua juta masyarakat Indonesia yang berobat ke luar negeri tersebut terdiri dari satu juta ke Malaysia, 750 ribu ke Singapura, dan sisanya ke Amerika Serikat, Jepang, Jerman.

Hal tersebut menyebabkan ratusan triliun rupiah devisa Indonesia hilang.

“Mau kita teruskan? Rp 165 triliun devisa kita hilang gara-gara itu. Karena ada modal keluar, capital outflow,” katanya.

Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung pembangunan rumah sakit yang memiliki fasilitas bagus.

Meskipun, kata presiden, Indonesia masih kurang jumlah dokter spesialis atau subspesialisnya.

“Saya sudah bisikin Pak Menkes ini harus diurus. Alkes sudah, fisik sudah bagus tapi masih banyak yang belum bagus. Itu harus diperbaiki,” pesan Jokowi. 

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved