Penting! Penderita Penyakit Jantung Wajib Perhatikan Hal Berikut saat Mudik
Dokter Konsultan Intervensi dan Aritmia Jantung Eka Hospital BSD, Ignatius Yansen ingatkan pasien jantung untuk memperhatikan beberapa hal saat mudik.
Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dokter Konsultan Intervensi dan Aritmia Jantung Eka Hospital BSD, Ignatius Yansen ingatkan pasien jantung untuk memperhatikan beberapa hal saat mudik.
Menjelang lebaran, biasanya memang menjadi momen pas untuk melakukan mudik atau pulang kampung.
Pasien dengan riwayat penyakit jantung pun memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati momen mudik ini.
Namun tentunya dengan beberapa hal yang mesti diperhatikan. Ignatinus Yansen menuturkan, hal pertama yang mesti diperhatikan saat mudik yakni pasien jantung harus memiliki pendamping.
"Pasien jantung disarankan untuk didampingi selama mudik," katanya dikutip dari Youtube Tribun Jakarta, Minggu (9/4/2023).
Baca juga: Ketahui Gejala Penyakit Jantung Bawaan Pada Anak, Apakah Bisa Disembuhkan?
Selanjutnya, obat-obatan yang rutin dikonsumsi harus diletakkan di tempat yang mudah dijangkau tangan.
Tujuannya agar bila terjadi sesuatu di jalan, pasien bisa segera meminum obat dan tentunya pendamping harus mengetahui letak obat ini.
"Obat-obat yang konsumsi rutin harus disimpan dalam jangkauan tangan. Pendamping harus mengetahui kalau pasien ada keluhan, tentunya harus istirahat hingga dibawa ke rumah sakit," lanjutnya.
Sebagai contoh, ia menjelaskan bila pasien jantung koroner memiliki obat yang dikonsumsi di bawah lidah.
Obat ini diakuinya bisa menjadi pertolongan pertama saat pasien mengalami keluhan sebelum dibawa ke rumah sakit.
"Misalnya pasien jantung koroner itu ada obat yang dikonsumsi dibawah lidah. Itu biasa dikonsumsi saat dada terasa nyeri. Nah itu bisa dikonsumsi, tetapi ini hanya pertolongan pertama. Tentu saja pasien harus dibawa lebih lanjut ke rumah sakit," ungkapnya.
Berikutnya, ia juga memberikan contoh pertolongan pertama untuk pasien dengan gangguan irama jantung atau aritmia.
"Gangguan irama jantung itu ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, misalnya ada es batu diletakan dikantong kemudian diletakkan di wajah supaya bisa mengembalikan irama yang tidak normal. Atau melakukan tindakan vagal. Artinya kita menutup hidung dan mulut kemudian mengedan sekencang-kencangnya tujuannya untuk mengembalikan gangguan irama yang cepat ke irama yang normal kembali," pungkasnya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-mudik_20180609_181143.jpg)