Saham Garuda Indonesia Terus Terpuruk, Erick Thohir Diminta Turun Tangan
Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia meminta Menteri BUMN Erick Thohir turun tangan untuk mengatasi penurunan saham.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dewan Pimpinan Pusat Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) meminta pemerintah pusat turun tangan untuk mengatasi permasalahan maskapai pelat merah tersebut.
Sikap itu dikeluarkan untuk menyikapi kinerja PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada perdagangan pasar saham.
Pasalnya nilainya terus mengalami penurunan secara signifikan.
"Bahkan menyentuh level terendah senilai Rp 51 perlembar saham pada tanggal 19 Mei. Hal ini berpotensi menimbulkan Capital Loss bagi Pemerintah Indonesia, mengingat sudah terjadi penurunan signifikan sebesar 70 persen," jelas Ketua Umum Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Persero), Dwi Yulianta, dalam siaran tertulisnya, Kamis (25/5/2023).
Level terendah tersebut dibandingkan dengan nilai saham pada Right Issue di akhir bulan Desember 2022 sebesar Rp 196.
Baca juga: Tahun Ini Garuda Indonesia Layani 104 Ribu Calon Jemaah Haji Mayoritas Lansia di Atas 65 Tahun
Saat itu, Pemerintah Indonesia melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 7,5 Triliun.
"Oleh karena itu, kami dari Serikat Karyawan Garuda (Sekarga), memohon perhatian dan bantuan Bapak Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Erick Thohir, untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam memperbaiki kinerja Garuda Indonesia sebagai Flag Carrier Indonesia," katanya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/pesawat-garuda-indonesia-siap-lepas-landas-di-bandara-soekarno-hatta-kota-tangerang.jpg)