Polemik Ruko Serobot Saluran Air
Anggap Pembongkaran Dukacita, Pemilik Ruko Pluit Tabur Bunga di Jalanan
Aksi tabur bunga ini sebagai bentuk prihatin dan respons mereka terkait pembongkaran puluhan ruko di lokasi.
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Puluhan pemilik, penyewa, dan pegawai ruko caplok saluran air dan bahu jalan di RT 011 RW 03 Pluit menggelar aksi tabur bunga di wilayahnya, Sabtu (27/5/2023).
Aksi tabur bunga ini sebagai bentuk prihatin dan respons mereka terkait pembongkaran puluhan ruko di lokasi.
Puluhan orang ini menaburkan kelopak bunga mawar di jalanan tepat di depan puluhan ruko yang ditertibkan.
Mereka juga melakukan long march ke area ruko hingga memasuki Pasar Muara Karang sambil meneriakkan aspirasi dan protesnya.
Koordinator aksi sekaligus salah seorang pemilik ruko, Iman menjelaskan, tabur bunga yang dilakukan hari ini sebagai bentuk duka cita.
"Tujuan aksi hari ini adalah berdukacita karena telah dibongkarnya itu. Bangunan kita sudah minta kepada Pemprov supaya ditunda dulu dan suratnya kita sudah tujukan pada lurah minta waktu satu bulan kita bongkar sendiri," kata Iman.
Iman mengatakan, akibat dari pembongkaran tersebut banyak pelaku usaha dan pegawai di Ruko Niaga terdampak.
Banyak yang mengalami penurunan pendapatan sampai 60 persen gegara polemik pelanggaran puluhan ruko ini.
"Ternyata imbauan dari pak lurah hanya tiga hari kita lakukan, dan ini tidak ada persiapan dari pemilik ruko, pedagang UMKM di sini, akibatnya terdampak semua," ujarnya.
Baca juga: Dituding Pansos Kasus Ruko Nakal di Pluit, Politikus PDIP Tantang Ketua RT Riang: Ayo Ketemu!
Adapun perkembangan terkini, pada Rabu (24/5/2023) kemarin ratusan petugas gabungan dari Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan pembongkaran terhadap sedikitnya 22 ruko yang menyerobot saluran air dan bahu jalan di lokasi.
Pembongkaran dilakukan terhadap beton, tembok, maupun atap ruko yang melebihi garis sempadan bangunan.
Pembongkaran tersebut juga sempat diwarnai aksi protes para pegawai ruko terhadap Riang yang dianggap sewenang-wenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Puluhan-pemilik-penyewa-dan-pegawai-ruko-di-Pluit.jpg)