Cerita Kriminal

Bukan Tak Merasa Bersalah, Orangtua Tukul Takut Ketemu Keluarga Arya Saputra: Inginnya Didampingi

Bukan karena tak merasa bersalah, ibunda Tukul bernama Nur tak punya keberanian untuk menemui keluarga Arya Saputra.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat
Ibunda Tukul meminta maaf ke ayah Arya Saputra, Rabu (31/5/2023). Bukan karena tak merasa bersalah, ibunda Tukul bernama Nur tak punya keberanian untuk menemui keluarga Arya Saputra meminta maaf. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Setelah berbulan-bulan insiden pembacokan Siswa SMA di Bogor Arya Saputra, baru sekarang ibunda Tukul datang menemui keluarga korban.

Tukul adalah satu dari tiga pelaku pembacokan Arya Saputra yang baru ditangkap setelah dua bulan buron.

Bukan karena tak merasa bersalah, ibunda Tukul bernama Nur tak punya keberanian untuk menemui keluarga Arya Saputra.

Sebelumnya, Rojai, ayah Arya Saputra mengaku tak pernah didatangi keluarga Tukul untuk meminta maaf.

Permintaan maaf yang ditunggu-tunggu Rojai akhirnya keluar dari mulut Nur di Pengadilan Negeri Kota Bogor, Rabu (31/5/2023).

Hal itu bertepatan dengan sidang Tukul pada kasus pembacokan Arya Saputra yang digelar secara tertutup di Ruang Tirta Pengadilan Negeri Kota Bogor.

Rojai selesai memberikan kesaksian langsung dicegat Nur di pintu.

Kala itu juga Nur langsung berlutut, menangis seraya mengucapkan permintaan maaf.

Di momen tersebut, Rojai mengaku pertama kalinya bertemu keluarga Tukul sejak insiden pembacokan anaknya Maret 2023 lalu.

"Baru pertama kali ketemu keluarganya Tukul," ujar Rojai dikutip dari TribunnewsBogor.com.

"Saya belum pernah ketemu dan keluarga Tukulpun tidak datang ke rumah saya untuk meminta maaf," sambungnya.

Nur sampai berlutut di hadapan Rojai. Namun, hal itu tak akan pernah cukup bagi orangtua Arya Saputra yang harus kehilangan anaknya.

Baca juga: Tangis Ibunda Tukul Bersimpuh di Kaki Ayah Arya Saputra Tapi Orangtua Korban Belum Lega

"Masih belum lega, putusan hukumannya belum jelas," sambungnya.

Secara terpisah, Nur kemudian mengungkap alasannya baru temui keluarga Arya Saputra.

Mulanya Nur mengaku permintaan maaf itu akhirnya tercetus dari mulutnya di ruang sidang.

"Saya meminta maaf kepada keluarga Arya di ruang sidang," ucap Nur.

Nur bahkan mengaku menyesel memiliki putra seperti Tukul yang tega menghabisi nyawa orang lain.

Kolase Foto Tukul dan ibunda Tukul meminta maaf ke ayah Arya Saputra, Rabu (31/5/2023).
Kolase Foto Tukul dan ibunda Tukul meminta maaf ke ayah Arya Saputra, Rabu (31/5/2023). (TribunnewsBogor.com/Rahmat Hidayat)

"Bener-bener nyesel punya anak kayak begini," ucap Nur.

Nur begitu takut untuk mendatangi keluarga Arya Saputra.

Hingga akhirnya permintaan maaf itu baru keluar dari mulutnya secara langsung di ruang sidang.

"Takut, takut langsung minta maaf mah. Pengennya didampingi, takut," sambung Nur.

Momen kocak polisi tangkap Tukul di Jogja

Ternyata ada momen kocak saat penangkapan ASR alias Tukul (17) pelaku pembacokan Arya Saputra siswa SMK Bina Warga 1 Kota Bogor.

Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Ops Jatantras Polresta Bogor Kota, Briptu Heru Setiaji.

Dikutip TribunJakarta dari TribunBogor, Heru bercerita Tukul ditangkap di sebuah warung di Yogyakarta.

Heru mengaku kala itu ia dan tim tak sengaja mendatangi warung tersebut.

Awalnya mereka hanya berniat mendatangi warung itu untuk makam malam.

"Kita mau makan disitu kebetulannya. Dan kita emang mau nyari daerah situ," ucap Heru.

Siapa sangka, salah satu pelayan di warung tersebut ternyata Tukul.

Tukul yang tidak menyadari kalau calon pembelinya adalah polisi, menghampiri mereka untuk memberikan buku menu.

"Saya minta menu kan waktu itu. Yang nganter menunya ini si Tukul," kata Heru.

Terungkap tampang Tukul si pembacok Arya Saputra yang baru saja ditangkap di Yogyakarta setelah buron dua bulan lebih satu hari.
Terungkap tampang Tukul si pembacok Arya Saputra yang baru saja ditangkap di Yogyakarta setelah buron dua bulan lebih satu hari. (Tribun Bogor)

Heru dan penyidik lainnya langsung menyadari kalau pelayan yang memberikannya menu adalah Tukul.

"Kita kenal saat itu," kata Heru.

Tim saat itu pun langsung tatap-tatapan ketika yang mengantar menu makan itu adalah Tukul.

Dengan respon cepat, kata Heru, dirinya langsung memanggil Tukul dengan nama aslinya.

Mendengar namanya disebut, Tukul hanya terdiam.

"Saya panggil aja langsung kan. Agi kata saya. Kamu Agi kan. Dia (Tukul) saat itu pura-pura dingin. Tapi, gerakannya kaya yang kaget gitu," jelas Heru.

Awalnya, setelah dipanggil, Tukul tidak mengakui bahwa dirinya sudah dikenali oleh polisi.

Saat ditanya, Tukul sempat mengaku bahwa dirinya bukan Tukul yang dicari oleh polisi.

Bahkan, dirinya mengakui bahwa nama dia adalah Dian.

"Bukan. Saya bukan Agi. Saya Dian. Ngakunya ke saya gitu awalnya kan. Tapi, saya yakin itu adalah Tukul," ungkap Heru.

Tukul masih terus mencoba mengelabui polisi yang mencarinya saat itu.

Baca juga: Konon Tukul Pembunuh Arya Saputra di Pomad Kota Bogor Punya Ilmu, Polisi Ini Buktikan Lewat Cubitan

Tim yang mencari Tukul saat itu terus mendesak agar Tukul mengakui bahwa dirinya adalah Tukul.

"Kami mengenalinya lewat foto yang kami terima. Tapi, awalya Tukul idak mengakui. Akhirnya dia ngaku bahwa dia adahal Agi atau Tukul," jelas Heru.

Sudah mengakui identitas yang sebenernya, Tukul pun langsung pasrah ketika diringkus di warung makan itu.

Bahkan, Tukul tidak melakukan perlawanan apapun ketika tim yang saat itu mengetahuinya.

"Pasrah aja dia. Bahkan, tidak melakukan perlawanan apapun saat itu. Langsung aja tanpa pikir panjang kita langsung bawa Tukul ini kedalam mobil," ungkap Heru.

Proses penangkapan Tukul pun berjalan lancar sesuai yang direncanakan oleh pihak kepolisian.

Bahkan, saat ditangkap, pemilik warung saat itu, tidak mengetahui bahwa Tukul adalah DPO Polresta Bogor Kota.

Penampakan Tukul, eksekutor utama tewasnya Arya Saputra saat digiring ke Mako Polresta Bogor Kota, Kamis (10/5/2023).
Penampakan Tukul, eksekutor utama tewasnya Arya Saputra saat digiring ke Mako Polresta Bogor Kota, Kamis (10/5/2023). (TribunBogor)

"Gaada ribut-ribut. Memang kondisinya waktu itu sepi banget kan. Itu kalau gasalah tepat pukul 12 malam hari kamis," tambahnya.

Tukul pun kini harus menpertanggung jawabkan perbuatannya dihadapan polisi usai berhasil ditangkap.

"Kita pamitan kepada Polres sekitar dulu. Kita sudah dibantu disana selama pencarian ini. Galama, kita langsung bawa Tukul ini ke Kota Bogor," tandasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved