Ketua MUI KH Cholil Nafis Kaget Masih Banyak Pengikut NII, Ada Penyuluh Agama Ikut Gabung
KH Cholil Nafis kaget dan tercengang saat mengetahui saat ini masih banyak pengikut Negara Islam Indonesia (NII).
Penulis: Elga Hikari Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Laporan Wartawan TribunJakarta.com Elga Hikari Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis kaget dan tercengang saat mengetahui saat ini masih banyak pengikut Negara Islam Indonesia (NII).
Hal tersebut disampaikan Cholil usai dirinya menjadi pembicara dengan Tema “Pancasila dan Islam Memupuk Nasionalisme”di Pendopo Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (9/7/2023).
"Saya tercengang benar-benar kaget ternyata masih banyak pengikut NII," kata Cholil dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Disampaikan Cholil, menurut paparan dari Kepala Kesbangpol Kab Garut di acara tersebut, bahwa pada realitanya saat ini masih ada aparatur yang menjadi pengikut NII.
"Dalam sambutan Ketua Umum MUI Kabupaten Garut juga menyampaikan kecolongan karena ada pengurus MUI dari NII yang sekarang sudah dikeluarkan," kata Cholil.
Baca juga: Kebakaran Hari Ini Lalap Rumah di Kebayoran Baru: Ngilu, 1 Mini Cooper dan 1 Hyundai Creta Terbakar
Berdasarkan hal tersebut, ia mengingatkan bahwa sejatinya paham dan pengikut NII sampai saat ini masih aktif bergerak.
"Jadi kesimpulannya, bahwa paham NII masih eksis dan nyata," kata dia.
Tokoh Nahdlatul Ulama itu pun mengingatkan semua pihak bergandengan tangan untuk menangkal kebangkitan NII yang jelas sudah dilarang keberadaannya.
Baca juga: Kebakaran Mobil Mewah di Pulo Kebayoran Baru: 5 unit dan 25 Petugas Meluncur ke TKP
"Jika berkenaan dengan paham keagamaan yang menjadi tameng untuk membangkang NKRI tentunya kewajiban tokoh agama dan masyarakat untuk membangun narasi dan hujjah meluruskan mereka."
"Mereka harus diajak dan dikembalikan ke jalan yang benar ke pangkuan NKRI," imbau Cholil.
Namun, lanjutnya, jika mereka sudah melawan terhadap negara dengan menggunakan kekuatan massa dan militer, maka kewajiban negara dan aparat untuk menumpasnya.
"Ini bisa menjadi ancaman keutuhan NKRI dan keselamatan persatuan bangsa," tuturnya.
Lebih lanjut, Cholil juga meminta sosialiasi ideologi Pancasila lebih masif digencarkan untuk menangkal kebangkitan pihak-pihak yang mengancam NKRI.
"Seharusnya lebih gencar dan efektif lembaga yang mengawal ideologi Pancasila untuk sosialisasi nilai-nilai Pancasila dan membangun ketahanan ideologi negara dari serbuan ideologi internal bangsa dan dari luar yang merusak ideologi negara NKRI.
Pemantapan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 perlu lebih masih dan menyentuh ke akar rumah dan di area yang masih rawan melawan negara dan pemerintahan yang sah," paparnya.
Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ketua-Majelis-Ulama-Indonesia-MUI-Bidang-Dakwah-dan-Ukhuwah-KH-Cholil-Nafis.jpg)