Apa Itu Program Bayi Tabung? Berikut Penjelasan Serta Kondisi yang Dianjurkan
Apa itu Program Bayi Tabung? Berikut Penjelasan Serta Kondisi yang Dianjurkan
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Anda mungkin sering mendengar tentang program bayi tabung.
Bagi sebagian pasangan, proses memiliki buah hati mungkin bukanlah hal yang mudah.
Seringkali, merencanakan program kehamilan bersama dokter menjadi pilihan bagi para pasangan untuk bisa segera mendapat momongan. Bayi tabung, menjadi salah satu solusinya.
Lantas, apa itu program bayi tabung?
Baca juga: Apa Itu Varises? Gangguan Kesehatan yang Bisa Dipicu Karena Terlalu Sering Pakai High Heels
Bayi tabung, atau In Vitro Fertilization (IVF) merupakan salah satu metode fertilisasi atau pembuahan yang dilakukan di luar tubuh.
Biasanya, metode fertilisasi ini dapat dilakukan karena adanya beberapa faktor yang menyebabkan seseorang tidak bisa melakukan proses fertilisasi dengan berhubungan badan secara normal.
Diantaranya seperti masalah kualitas sperma yang buruk, masalah pada lendir rahim, cacat fisik, risiko kelainan genetik, infeksi virus penyakit menular seksual, dan lain-lain.
Bayi tabung atau IVF merupakan proses fertilisasi, dimana dokter akan menggabungkan sel sperma pria dan sel telur wanita di dalam laboratorium atau di luar rahim.
Dokter Spesialis Kandungan dari RSIA Family, Malvin Emeraldi menjelaskan, metode ini dilakukan dengan mengambil sel sperma pria dan sel telur wanita. Kemudian, dokter akan menyuntikan secara langsung sel sperma ke dalam sel telur yang sudah diambil agar dapat terjadi pembuahan.
"Hasil fertilisasi kemudian akan dipantau dalam inkubasi laboratorium dan diawasi perkembangannya oleh dokter, apabila proses pembuahan berhasil maka embrio akan terbentuk," kata dia dalam keterangan tertulis yang dikutip TribunJakarta.com, Kamis (20/7/2023).
Dalam prosesnya, embrio yang berhasil terbentuk selanjutnya akan dilakukan pemantauan oleh tim dokter.
Apabila sudah dipastikan pembuahan berhasil, selanjutnya barulah embrio tersebut dimasukan kembali ke dalam rahim agar dapat berkembang dengan baik.
Berbeda dengan inseminasi, proses bayi tabung memerlukan langkah dan proses yang lebih lama sehingga memerlukan persiapan dan pertimbangan yang matang.
Adapun kata Dokter Malvin, program bayi tabung biasanya direkomendasikan bagi para pasangan yang menghadapi beberapa permasalahan sebagai berikut:
- Infertilitas pada pria yang parah.
- Saluran tuba yang tersumbat.
- Telah melakukan proses inseminasi namun gagal.
- Kekhawatiran tentang mewariskan kelainan genetik tertentu.
- Gangguan organ reproduksi seperti miom, kista, endometriosis.
- Gangguan masa subur.
Perlu diingat, program bayi tabung hanyalah salah satu metode fertilisasi yang bisa dilakukan apabila para pasangan mengalami kendala dalam mendapat buah hati.
Akan tetapi biasanya, sebelum menentukan metode terbaik dokter akan membantu Anda untuk melakukan beberapa tes agar dapat mengetahui kondisi fisik atau faktor lainnya yang kemungkinan dialami oleh para pasangan.
Meski tidak memiliki riwayat fertilitas sebelumnya, mendiskusikan program kehamilan dengan dokter sebelum menjalankannya penting untuk dilakukan.
Hal ini, bertujuan untuk mendeteksi adanya masalah-masalah fertilitas yang harus ditangani.
Dengan demikian, Anda dapat menghemat waktu dan memulai program fertilitas alternatif lebih dini.
Proses bayi tabung, mungkin akan membutuhkan persiapan, waktu, serta biaya yang lebih besar daripada metode fertilisasi lainnya.
Meski begitu, Dokter Malvin mengatakan bahwa program bayi tabung memiliki persentase keberhasilan tanpa melihat usia dengan indikasi sekitar 40 persen - 50 persen.
Itulah informasi seputar program bayi tabung.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bayi_20180219_135847.jpg)