Tenggelam di Pantai Mutiara, Jasad ABK KM Inti Marina Ditemukan Tim SAR di Perairan PIK

Korban ditemukan pada Rabu (26/7/2023) petang di perairan sebelah timur Pantai Indah Kapuk (PIK).

Dok. Kantor SAR Jakarta
Tim SAR gabungan menemukan jasad anak buah kapal (ABK) KM Inti Marina yang tenggelam di Perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (24/7/2023) lalu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Tim SAR gabungan menemukan jasad anak buah kapal (ABK) KM Inti Marina yang tenggelam di Perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (24/7/2023) lalu.

Korban ditemukan pada Rabu (26/7/2023) petang di perairan sebelah timur Pantai Indah Kapuk (PIK).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jakarta Fazzli mengungkapkan, penemuan jenazah korban awalnya dilaporkan sekitar pukul 17.30 WIB.

"Terima laporan bahwa ada jasad yang mengapung di sebelah timur Perairan Pantai Indah Kapuk," ucap Fazzli saat dikonfirmasi, Kamis (27/7/2023).

Menerima laporan tersebut, Kapal Patroli dari Polair Polda Metro Jaya langsung menuju lokasi.

Awak kapal kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban untuk kemudian dibawa menuju Mako Polair Polda Metro Jaya. 

"Korban pada akhirnya berhasil diidentifikasi pada Rabu malam serta keluarga memastikan bahwa jasad yang ditemukan adalah anggota keluarga mereka," ucap Fazzli.

Diketahui korban atas nama Dede Setiawan (24) yang merupakan ABK KM Inti Marina.

Dede sebelumnya terjatuh dari kapal tersebut dalam melakukan pelayaran dari Muara Baru menuju Laut pada Senin malam sekitar pukul 18.41 WIB di Perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

ABK KM Inti Marina yang tenggelam di Perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan.
Tim SAR gabungan menemukan jasad anak buah kapal (ABK) KM Inti Marina yang tenggelam di Perairan Pantai Mutiara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (24/7/2023) lalu. (1)

Korban ditemukan pada radius 1.17 NM (Nautica Miles) dan setelah berhasil diidentifikasi langsung dibawa menuju RSCM untuk proses selanjutnya.

Fazzli mengatakan, proses pencarian dan evakuasi ABK ini sebelumnya dilakukan puluhan personel SAR gabungan.

Puluhan personel terdiri dari Kantor SAR Jakarta, Polair Polda Metro Jaya, Polair Polres Kepulauan Seribu, Pos TNI AL Muara Baru, Pos TNI AL Pantai Mutiara, Pos TNI AL Marunda, BPBD DKI Jakarta, dan DMC Dompet Dhuafa.

Alat utama juga dikerahkan dalam penyisiran dengan luas area pencarian sekitar 40 NM2, di antaranya adalah RIB 03 Jakarta, Speedboat milik TNI AL, Kapal Patroli milik Polair Polda Metro Jaya, Kapal Patroli milik Polair Polres Kep.Seribu, dan LCR milik DMC Dompet Dhuafa.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved