Urus JIS dan TIM Warisan Anies, BUMD Jakpro Malah Terus Merugi, Ini Alasannya! 

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono blak-blakan soal Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM).

Kolase TribunJakarta
Dua proyek besar TIM dan JIS, yang dijalankan di era Gubernur Anies Baswedan itu kini justru menjadi beban berat BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Joko Agus Setyono blak-blakan soal Jakarta International Stadium (JIS) dan Taman Ismail Marzuki (TIM) warisan Gubernur Anies Baswedan.

Ia menyebut, dua proyek besar yang dijalankan di era Gubernur Anies Baswedan itu kini justru menjadi beban berat BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Pasalnya, Jakpro diberi penugasan oleh Anies yang kala itu berkuasa tak hanya membangun JIS dan TIM, tapi juga mengelolanya.

Untuk tahu saja, Anies menyerahkan pengelolaan TIM kepada Jakpro selama 30 tahun pascarevitalisasi.

“Penugasan yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta itu memberikan PMD (penyertaan modal daerah) dan kemudian akhirnya aset dan sebagainya itu menjadi miliknya BUMD,” ucap Joko dalam rapat kerja bersama DPRD DKI pada Kamis (3/8/2023) malam.

“Karena milik BUMD, sehingga ini membebani biaya pemeliharaan, kemudian biaya penyusutan,” sambungnya.

Di sisi lain, Jakpro hingga saat ini belum bisa mengoptimalkan penggunaan komersial TIM dan JIS.

Sehingga perusahaan pelat merah itu harus menanggung beban operasional dan perawatan JIS dan TIM.

Untuk biaya operasional dan perawatan JIS, Jakpro sempat mengungkap nilainya mencapai Rp60 miliar per tahun.

Hal ini yang kemudian disebut Joko menyebabkan catatan merah di laporan keuangan Jakpro

“Karena tidak dioperasionalkan dan dimanfaatkan secara maksimal, akhirnya menjadi beban korporasi dan menjadi tidak untung alias rugi,” ujarnya.

Eks Kepala Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Bali ini menilai, hal ini sejatinya bisa dihindari kalau saja Pemprov DKI yang saat itu di bawah kendali Anies tak memberikan dana PMD untuk membangun JIS dan TIM.

Menurutnya, Pemprov DKI seharusnya mengalokasikan anggaran khusus dan hanya memberi penugasan Jakpro untuk melakukan pembangunan infrastruktur.

“Semestinya penugasan seperti halnya pemerintah pusat menugaskan Adi Karya membuat LRT Jabodebek,” kata Joko.

Untuk itu, beragam upaya kini terus dilakukan Pemprov DKI untuk meminimalisir kerugian yang dialami oleh Jakpro.

Salah satunya caranya dengan menyempurnakan sarana dan prasarana di TIM dan JIS sehingga dua venue itu bisa digunakan untuk menggelar berbagai macam event.

“Ini pengelolaan TIM dan pengelolaan JIS kami sedang bahas dan mudah-mudahan bisa menambah pendapatan daerah melalui dividen,” tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News


 
 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved