Kerap Dikira Sama, Simak Perbedaan Zikir dan Wirid Lengkap dengan Contoh Bacaannya
Sering dikira sama, zikir dan wirid ternyata punya perbedaan mendasar. Lantas, apa perbedaan zikir dan wirid dan bagaimana contoh bacaannya?
TRIBUNJAKARTA.COM - Pernah mendengar orang melakukan zikir atau wirid? Meski sering dikira sama, aktivitas zikir dan wirid ternyata berbeda.
Zikir dan wirid merupakan salah satu amalan yang dianjurkan bagi umat muslim.
Selain untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, zikir dan wirid juga diyakini dapat memberikan ketenangan hati bagi yang mengamalkannya.
Banyak orang awam mungkin menganggap zikir dan wirid memiliki arti yang sama.
Penelusuran TribunJakarta dari berbagai sumber, zikir dan wirid rupanya memiliki perbedaan yang cukup mendasar.
Perbedaan zikir dan wirid ini kerap mengarah pada praktik berzikir yang dilakukan oleh ulama dan para muridnya.
Lalu, apa perbedaan zikir dan wirid ?
Beda Zikir dan Wirid
Amalan zikir dan wirid sering dipahamai sebagai bentuk ibadah yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Perlu diketahui zikir dan wirid adalah dua amalan yang berbeda.
Secara harfiah zikir bermakna mengingat atau menyebut nama. Zikir adalah bacaan yang dilafalkan untuk mengingat Allah, selain itu zikir juga dilakukan sebagai upaya mendekatkan diri dan meningkatkan iman kepada Allah SWT.
Zikir dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membaca tasbih, membaca ayat-ayat Alquran, serta memuji dan mensucikan Allah SWT dengan kalimat tertentu.
Dalam kontek agama, zikir bisa menjadi alat untuk memperkuat iman dan mendapatkan ketenangan jiwa.
Zikir juga dianggap sebagai bentuk penyerahan diri kepada Allah dan membantu meningkatkan kesadaran terhadap kehadiran Sang Pencipta.
Sedangkan, wirid adalah bentuk zikir yang lebih tersusun dan teratur. Wirid adalah menjalankan bacaan tertentu untuk mendapatkan pencerahan.
Tak heran jika bacaan wirid lebih panjang dibandingkan zikir. Wirid juga bukan berupa bacaan zikir saja, tetapi kerap dikombinasikan dengan bacaan ayat-ayat Alquran dan bacaan doa lain yang disesuaikan dengan situasi.
Contoh Bacaan Zikir dan Wirid
Contoh bacaan zikir:
- Subhanallah
- Alhamdulillah
- La ilaha illallah
Contoh bacaan wirid:
- Lâ ilâha illallah, wahdahu lâ syarîka lah, lahul mulku, lahul hamdu, yuhyî wa yumîtu, wa huwa ‘alâ kulli syay'in qadîr.
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kekuasaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, Dia maha hidup tidak mati, kebaikan ada di kekuasaan-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
- Lâ ilâha illallahul malikul haqqul mubîn
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang maha menjadi raja, maha benar, maha menjelaskan.”
- Lâ ilâha illallahul wâhidul qahhâr, rabbus samawâti wal ardhi wa mâ bainahumal ‘azîzul ghaffar
Artinya, “Tiada tuhan selain Allah yang esa dan maha perkasa, Tuhan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya yang maha perkasa lagi maha pengampun.”
Keutamaan Zikir dan Wirid dalam Islam
Berikut adalah beberapa keutamaan zikir dan wirid dalam Islam:
- Mendatangkan ketenangan jiwa
Mendirikan dzikir dan wirid setelah sholat fardhu, bermanfaat untuk mendapatkan ketenangan jiwa dan menenangkan hati. Hal ini juga membantu mengurangi rasa gelisah dan kecemasan. - Menambah keimanan
Dzikir dan wirid juga bisa menambah keimanan dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Ketika kita mengingat Allah secara terus-menerus, maka hati akan semakin bersih dan konsisten dalam mendekatkan diri kepada-Nya. - Memohon ampunan dosa
Dzikir dan wirid juga bermanfaat untuk memohon ampunan dosa kepada Allah SWT. Karena pada dasarnya, manusia selalu berbuat salah dan butuh pengampunan dari-Nya. Dengan melakukan dzikir dan wirid, maka dosa-dosa tersebut bisa diampuni oleh Allah SWT.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/ilustrasi-berdoa5.jpg)