Kualitas Udara di Depok Terburuk Versi IQAir, Wali Kota Idris Bilang Beda Hasil Versi Alat KLHK

Kota Depok menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia bersi IQAir. Wali Kota Depok Mohammad Idris ungkap beda data versi alat KLHK.

TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Kondisi lalu lintas di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, Senin (3/8/2020). Kota Depok menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia bersi IQAir. Wali Kota Depok Mohammad Idris ungkap beda data versi alat KLHK. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS – Kota Depok menjadi daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia, berdasarkan data dari halaman IQAir yang bisa diakses melalui daring (dalam jaringan), Pada Minggu (27/8/2023)

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan bahwa saat ini kondisi kualitas udara di kota yang dipimpinnya ini masuk kategori sedang.

Idris mengatakan, pihaknya memiliki alat pemantau kualitas udara sendiri, yang diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kita selalu pakai alat yang sudah diberikan dari Kementerian LHK untuk mengukur udara di Depok yang sampai sekarang memang dalam kondisi sedang, mudah-mudahan enggak naik,” ungkapnya dikonfirmasi wartawan.

Alat pemantau kualitas udara tersebut masih terus digunakan hingga saat ini, dan hasilnya dilaporkan Pemerintah Kota Depok ke Kementerian LHK.

“Itu alatnya sampai sekarang masih digunakan, kita laporkan secara berkala ke kementerian,” jelas Idris.

“Kita tidak kepada LSM, organisasi survei segala macam, kita kepada kementerian sebab mereka induk kita, yang memberikan alat juga mereka. Kalau alatnya salah kita minta ganti,” timpalnya.

Lebih lanjut, Idris mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi memburuknya kualitas udara di Kota Depok.

“Seperti dilakukan penanaman pohon lebih gencar, khususnya di daerah-daerah tadi yang transportasinya relatif lebih padat lebih banyak itu harus diantisipasi,” ucap Idris.

“Bisa dengan menanam pohon yang bisa mengurangi pencemaran dan sebagainya,” pungkasnya.

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved