Pria di Bekasi Ditemukan Tewas di Rumah

Jerit Histeris Istri di Bekasi Lihat Perut Suami Tertancap Pisau Saat Duduk, Terkuak Pamit Terakhir

Jerit histeris istri di Bekasi melihat suaminya terduduk kaku dengan pisau menancap di perut. Terkuak pamit terakhir korban dengan istri.

|
Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Ilustrasi mayat dan penemuan mayat di Bekasi. Jerit histeris istri di Bekasi melihat suaminya terduduk kaku dengan pisau menancap di perut. Terkuak pamit terakhir korban dengan istri. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Warga Perumnas III, RT 01 RW 09, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi digegerkan dengan Penemuan Mayat Pria di salah satu rumah pada Kamis (7/9/2023).

Teriakan histeris sang istri memecah kesunyian siang itu, YWH, pria berusia 50 tahunan ditemukan duduk kaku di rumahnya dengan pisau menancap di perut.

Terkuak pula pamit terakhir sang suami kepada istrinya. Korban mengaku ingin mencari udara segar.

Berikut deretan fakta penemuan mayat pria di sebuah rumah di Bekasi:

Kronologis Awal

Kardjo (62) ketua RW di lingkungan setempat mengatakan, siang itu sekira pukul 12.00 WIB lingkungan tempat tinggal cenderung sepi.

Suara teriakan histeris minta tolong langsung mengundang warga berkumpul, istri YHW menangis usai mendapati suaminya tewas.

"Jadi pas istrinya ke rumah mengira suaminya pulang mau istirahat, ditemukan di bangku keadaanya udah kaku dan ada pisau tertancap di perutnya," kata Kardjo.

Rumah yang menjadi tempat kejadian perkara lanjut Kardjo, sudah cukup lama tidak dihuni. Hanya sesekali YHW atau keluarganya mampir untuk sekedar beristirahat.

"Korban itu kadangan tinggal di sini, tapi semenjak sakit suka dibawa sama istrinya di Rawamangun," ucapnya.

Pamit Sejak Semalam Cari Udara Segar

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sukadi saat dijumpai di TKP penemuan pria yang tewas dengan pisau menancap di perut, di Perumnas 3, Kota Bekasi, Kamis (7/9/2023).
Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sukadi saat dijumpai di TKP penemuan pria yang tewas dengan pisau menancap di perut, di Perumnas 3, Kota Bekasi, Kamis (7/9/2023). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

Kasus menemukan mayat ini selanjutnya dilaporkan ke Polsek Bekasi Timur, anggota bersama tim identifikasi Polres Metro Bekasi Kota datang mengecek ke TKP.

Kapolsek Bekasi Timur Kompol Sukadi mengatakan, kasus ini pertama kali terkuak saat istri korban berusaha mencari suaminya yang pamit sejak semalam.

"Korban sama istrinya jualan di Rawamangun, semalam itu si suami minta ijin keluar untuk cari udara segar, ternyata tidak sangka mencari udara segar pulang ke rumahnya yang di Aren Jaya sini," terang Sukadi.

Sampai siang, sang suami tak kunjung pulang. Dihubungi juga tak ada jawaban. Istrinya lalu berinisiatif mencari ke rumah di Bekasi.

Setibanya di rumah, pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Sang istri lalu membuka jendela untuk masuk.

"Istrinya datang bersama ponakannya, tetapi mencoba masuk untuk bongkar jendela, karena dikunci dari dalam dan dikunci tergantung di pintu," ucap dia.

Di dalam rumah, YHW ditemukan dalam kondisi duduk di bangku dengan pisau yang masih menancap di perut.

"Itu di bagian perut, di bawah jantung posisi persisinya, pakai pisau dapur," tegas dia.

Ditemani Rokok dan Korek

ilustrasi pisau
ilustrasi pisau (Istimewa)

Kasus Penemuan Mayat Pria berinisial YHW masih dalam penyelidikan polisi, berdasarkan hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

"Memang setelah kita lakukan pengecekan di dalam rumahnya itu tidak ada tanda-tanda kekerasan termasuk barang-barang semuanya tidak ada yang berserakan," ujar Sukadi.

Selain itu, barang-barang di dalam rumah juga masih dalam keadaan utuh. Tidak ada yang hilang atau berserakan.

Jasad YHW ditemukan dalam posisi terduduk, di sebelahnya terdapat meja makan dengan rokok dan korek di atasnya.

"Dia juga keliatannya habis ngerokok, karena disebelah kursi itu ada meja dan meja itu ada rokok dan korek," ucapnya.

Diduga Mengakhiri Hidup

Berdasarkan penyelidikan awal lanjut Sukadi, kasus kematian YHW diduga karena sengaja mengakhiri hidup sendiri.

Kepada polisi, sang istri mengungkapkan kondisi suaminya yang mengalami depresi lantaran faktor ekonomi.

Sejak beberapa tahun terakhir, YHW tidak memiliki pekerjaan. Dia akhirnya ikut berdagang dengan istrinya di daerah Rawamangun, Jakarta.

"Sebetulnya yang bersangkutan sudah selalu bercerita sama istrinya bahwa dia depresi," terang Sukadi.

Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi, jasad YHW dievakuasi ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta untuk dilakukan autopsi

Baca artikel menarik TribunJakarta.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved