Penampakan Tato Bunga Terong yang Didapat Heru Gundul dari Tetua Suku Dayak, Apa Maknanya?
Pembawa acara Tv petualang, Heru Gundul bercerita mendapatkan tato bunga terong dari tukang tato tua di Suku Dayak. Seperti apa penampakannya?
TRIBUNJAKARTA.COM - Pembawa acara Tv Jejak Si Gundul, Heru Gundul mendapatkan tato tradisional bergambar bunga terong saat tinggal bersama masyarakat Dayak di Kalimantan. Seperti apa penampakannya?
Tidak hanya satu, tapi dua tato bunga terong ia dapatkan di bahu kanan dan kirinya.
Sekitar 17 tahun lalu, Heru Gundul rupanya sempat lama tinggal bersama masyarakat Dayak di Kalimantan.
Mulanya ia datang ke Kalimantan untuk masuk hutan dan belajar teknik survival.
Pria yang terkenal lewat acara Tv petualangan itu mengaku, sempat bertahan hidup selama 6 bulan di hutan pedalaman Kalimantan tanpa membawa perbekalan.
Segala upaya ia lakoni, mulai dari minum embun di dedaunan hingga berburu hewan untuk makan.
Kecintaannya terhadap petualangan seolah tak pernah padam. Heru berkisah dahulu ia kerap bolak-balik ke Kalimantan untuk masuk hutan.
Hingga suatu ketika pria yang kini tinggal di Jogja itu tertarik untuk belajar ilmu Dayak.
17 tahun lalu sekitar tahun 2006, Heru Gundul sempat tinggal bersama suku Dayak di pedalaman Kalimantan.
Sepak terjangnya bertahan hidup di hutan, rupanya diakui oleh masyarakat Dayak, hingga akhirnya ia mendapatkan tato bunga terong pertama di bahu kanannya.
Pembuatan tato bunga terong ini terbilang unik, lantaran dibuat tanpa pola, tanpa jarum dan tanpa tinta.
"Ini tato Dayak asli, yang nato tukang tato tua. Ini (dibuat) tanpa gambar, tanpa jarum, tanpa tinta," kata Heru Gundul.

Pewarna yang digunakan untuk membuat tato tersebut terbuat dari jelaga, yakni asap hitam yang dicampur dengan air gula sebagai perekatnya.
"Pewarnanya pakai jelaga asap hitam, dicampur dengan air gula. Terus untuk jarumnya, dia pakai duri hutan. Dicelup ke jelaga kemudian (pakai metode) hand tap pakai duri hutan," terang Heru.
Kemudian Heru menunjukan tato yang satunya di bahu kiri, rupanya ia memiliki 2 tato bunga terong.
Tato bunga terong di bahu kiri Heru ternyata masih terbilang baru, alat dan bahan yang digunakan juga sudah lebih modern yakni menggunakan jarum dan tinta.
Namun, menurut Heru aura dari kedua tato berbeda. Ia merasa aura tato yang dibuat menggunakan bahan alami tanpa campuran memiliki aura lebih kuat dibanding tatonya yang baru.
"Ini baru beberapa tahun lalu (dibuat), ini walaupun masih hand tap, tapi dia sudah pakai jarum, sudahh pakai tinta walaupun masih dicampur jelaga. Tapi auranya beda," kata Heru.

Penelusuran TribunJakarta.com, konon orang yang memiliki tato bunga terong bukanlah orang sembarangan.
Tato bunga terong juga memiliki arti khusus bagi masyarakat Dayak.
Lantas, apa itu tato bunga terong dan apa maknanya?
Filosofi Tato Bunga Terong
Tato bunga terong yang didapat Heru Gundul rupanya tidak serta merta didapat begitu saja.
Tato tersebut bukanlah tato yang diberikan kepada orang sembarang. Tato yang diberikan suku Dayak ini punya makna khusus.
Bisa dibilang, orang yang punya tato bunga terong artinya orang tersebut sudah diakui oleh masyarakat suku Dayak.
Tato bunga terong yang melekat pada masyarakat Suku Dayak di Kalimantan bukan hanya sekadar aksesoris belaka.
Tato tersebut mengandung makna filosofis dan arti mendalam.
Tato bunga terong bermakna pangkat atau kedudukan seseorang ketika perang, umumnya terletak di bahu.
Tato bunga terong yang terletak di pinggang artinya orang yang telah mengembara.
Bagi orang Dayak, bunga terong memiliki filosofi perantau yang bisa hidup dimana pun, seperti biji terong yang ditabur dalam kondisi apapun, tetapi tetap bisa tumbuh.
Soal berbuah atau tidaknya nanti, tergantung kesuburan tanah.
Mengingat Heru Gundul yang kerap berpetualang dan masuk hutan, makna tato bunga terong tersebut dapat diartikan sebagai sosok perantau yang dapat hidup dimana pun dan dalam kondisi apapun.
Baca artikel menarik lainnya di Google News.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.