Kesulitan Air Bersih, Warga Klender Harap Bantuan Pemerintah

Warga RT 07/RW 10, Kelurahan Klender, Jakarta Timur yang kesulitan air bersih karena dampak kemarau berharap adanya bantuan dari pemerintah.

Penulis: Bima Putra | Editor: Satrio Sarwo Trengginas
Bima Putra/TribunJakarta.com
Ketua RT 07/RW 10 Kelurahan Klender, Matzen saat memberi keterangan di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (14/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Warga RT 07/RW 10, Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang kesulitan air bersih karena dampak kemarau berharap adanya bantuan dari pemerintah.

Ketua RT 07/RW 10, Matzen mengatakan berharap bantuan air bersih karena sejak kemarau melanda pertengahan tahun 2023 lalu kondisi air dari sumur pompa warga keruh dan mengalir kecil.

Hanya sesekali air dari sumur pompa warga mengalir normal, sementara setiap harinya mereka membutuhkan air untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan lain sehari-hari.

"Bantuan dari Pemda belum ada. Ya kalau ada bantuan ya mau saja," kata Matzen di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (14/10/2023).

Selama musim kemarau 2023 ini, warga RT 07/RW 10 Kelurahan Klender baru satu kali mendapat bantuan air bersih dari Polres Metro Jakarta Timur pada Oktober 2023 lalu.

Bantuan tersebut diberikan setelah warga menyampaikan aduan kesulitan air bersih kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Klender, lalu ditindaklanjuti Polres Metro Jakarta Timur.

"Waktu itu awalnya saya mau mengajukan ke Kelurahan, tapi karena sudah lebih dulu masuk bantuan dari Polri ya sudah," ujarnya.

Matzen menuturkan bantuan air bersih juga diperlukan karena sejak tahun 2012 warga RT 07/RW 10 sudah tidak bisa menggunakan air sumur pompa untuk kebutuhan minum.

Untuk memenuhi kebutuhan minum sehari-hari warga harus membeli galon isi ulang, sehingga mereka harus selalu merogoh kantongnya karena kondisi air sumur pompa tak layak konsumsi.

"Kalau isi galon air itu Rp5 ribu. Satu galon kalau untuk keperluan minum saja satu hari sih enggak habis. Kecuali kalau dipakai juga untuk masak, ya habis," tuturnya.

Baca artikel menarik lainnya TribunJakarta.com di Google News

 

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved